sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Demokrat tolak proposal Donald Trump, shutdown berlanjut

Government shutdown atau penutupan pemerintahan AS telah memasuki hari ke-30.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 21 Jan 2019 11:44 WIB
Demokrat tolak proposal Donald Trump, shutdown berlanjut

Donald Trump menandai dua tahun masa pemerintahannya pada Minggu (20/1) dengan mengamuk lewat Twitter. Dia mengecam Ketua DPR Nancy Pelosi dan Demokrat karena menolak proposalnya yang menawarkan perlindungan sementara bagi sejumlah imigran tidak berdokumen dengan imbalan pendanaan bagi dinding perbatasan AS-Meksiko US$5,7 miliar.

Trump menuduh Pelosi bersikap tidak rasional karena menolak tawarannya. "Nancy Pelosi telah berperilaku sangat tidak rasional dan telah melangkah terlalu jauh ke kiri sehingga dia sekarang resmi menjadi seorang Demokrat yang radikal," twit Trump.

Dalam twit lain dia menambahkan, "Nancy Pelosi dan beberapa anggota Demokrat menolak tawaran saya kemarin bahkan sebelum saya membahasnya. Mereka tidak melihat kejahatan dan narkoba, mereka hanya melihat ke (pilpres) 2020 - yang tidak akan mereka menangkan."

Dalam pidatonya pada Sabtu (19/1), yang disampaikan dari Ruang Diplomatik Gedung Putih, Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai RUU kompromi yang bertujuan mengakhiri government shutdown atau penutupan pemerintahan, mengamankan pendanaan bagi dinding perbatasan, dan memberikan perlindungan hukum bagi sejumlah imigran tidak berdokumen. Ketika rincian proposal itu bocor ke pers jelang diumumkan, Demokrat dengan sigap menolaknya. Karena RUU tersebut tidak mencakup perlindungan permanen bagi sejumlah imigran.

Dalam serangkaian twitnya, Trump juga menegaskan bahwa amnesti bagi para migran bukan bagian dari proposal penawarannya. "Tidak, amnesti bukan bagian dari penawaran saya. Ini adalah perpanjangan tiga tahun dari DACA. Amnesti hanya akan digunakan untuk kesepakatan yang jauh lebih besar, baik untuk isu imigrasi atau hal lain," tulis Trump.

Sponsored
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 20 January 2019

DACA atau Deferred Action for Childhood Arrivals merupakan perintah eksekutif Barack Obama yang memungkinkan anak-anak imigran gelap untuk tinggal dan bekerja di AS.

Program DACA mengizinkan anak-anak muda, yang datang ke AS sebelum berusia 16 tahun dan sebelum Juni 2007, untuk bekerja dan belajar di AS dan berdinas di militer. Sebagian besar mereka berasal dari Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah.

Pada November 2014, DACA diperluas mencakup para imigran gelap yang memasuki AS sebelum 2010 dan menghapuskan kriteria yang mengharuskan pemohon berusia kurang dari 31 tahun. September 2017, pemerintahan Trump mencabut program DACA.

MA belum mengambil tindakan apa pun atas upaya pemerintah untuk mengakhiri DACA. Ini artinya, program itu kemungkinan masih akan berlaku sampai Musim Gugur, ketika pengadilan memulai sesinya kembali.

Demokrat, sejauh ini, dinilai tidak mengisyaratkan terbuka untuk negosiasi apa pun. Sementara itu, menyusul shutdown terpanjang dalam sejarah AS mencapai satu bulan, lebih dari 800.000 pekerja federal tetap cuti atau bekerja tanpa bayaran.

Pelosi, sebelumnya telah meminta agar Trump menunda pidato kenegaraannya di Kongres, dengan alasan masalah keamanan selama shutdown.

Trump merespons pernyataan itu dengan membatalkan lawatan Pelosi dan sejumlah delegasi AS ke Brussels dan Afghanistan. Semula, mereka dijadwalkan akan berangkat dengan pesawat militer.

Gedung Putih belum mengumumkan rencana alternatif apa pun untuk pidato kenegaraan presiden. Adapun Trump mengatakan bahwa dia mempertimbangkan begitu banyak pilihan untuk itu, termasuk berpidato di Capitol Hill.

Ketika ditanya apakah perseteruan politiknya dengan Pelosi telah menyentuh ranah pribadi, Trump menjawab, "Itu tidak personal bagi saya. Masalahnya di sini, dia dikendalikan oleh radikal kiri." (ABC News dan VOA)