sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Desain kausnya menyinggung China, Versace minta maaf

Versace adalah perusahaan asing terbaru yang menghadapi reaksi keras karena tidak mematuhi klaim teritorial China.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 12 Agst 2019 13:14 WIB
Desain kausnya menyinggung China, Versace minta maaf

Merek mewah Versace melayangkan permintaan maaf setelah gambar di kausnya dinilai menyiratkan bahwa Hong Kong dan Makau adalah wilayah yang independen.

Pascakritik keras yang beredar di media sosial China, Versace mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kesalahan dan berhenti menjual kaus kontroversial tersebut. Versace kemudian menekankan, mereka menghormati kedaulatan teritorial China.

Versace adalah perusahaan asing terbaru yang menghadapi reaksi keras karena tidak mematuhi klaim teritorial China.

Kaus, yang gambarnya dibagikan di media sosial, menampilkan pasangan kota-negara seperti Milan-Italia dan London-Inggris, termasuk pula Hong Kong-Hong Kong dan Makau-Makau.

Hong Kong diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997 dan kini kota itu menjadi daerah administratif khusus di bawah asas "satu negara, dua sistem". Demikian pula dengan Makau.

Dalam unggahannya di Weibo, Versace mengatakan telah berhenti menjual dan juga sudah menghancurkan kaus tersebut pada 24 Juli.

"Kami minta maaf atas keributan ini. Kami mencintai Tiongkok dan menghormati kedaulatan teritorialnya," demikian pernyataan Versace.

Direktur artistik label model Italia tersebut, Donatella Versace, turut merilis permintaan maaf serupa.

Sponsored

"Saya tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati kedaulatan nasional China dan inilah mengapa saya ingin secara pribadi meminta maaf atas ketidakakuratan dan kesulitan yang mungkin ditimbulkan," tulis Donatella di Instagram.

Insiden ini telah menyebabkan brand ambassador Versace, Yang Mi, seorang aktris populer di China memutus hubungan dengan merek tersebut.

"Integritas dan kedaulatan wilayah China adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat sepanjang waktu," demikian bunyi pernyataan pihak Yang Mi.

Tagar #YangMiStopsWorkingWithVersace mendapat dukungan luas di Weibo pada Senin pagi.

Isu teritorial ini semakin mendapat sorotan setelah berbulan-bulan demonstrasi prodemokrasi pecah di Hong Kong.

Bukan yang pertama

Tahun lalu, merek Gap, juga melayangkan permintaan maaf karena menjual kaus yang disebut menunjukkan peta China yang salah.

Desainnya hanya menampilkan China daratan dan bukan wilayah yang juga diklaim Tiongkok, seperti Taiwan. Beijing menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai provinsinya yang membangkang.

Perusahaan lain, termasuk Marriott dan Delta Airlines pun masuk dalam jajaran perusahaan asing yang pernah memiliki urusan serupa dengan China. Pada 2018, keduanya minta maaf setelah informasi di situs mereka dianggap bertentangan dengan klaim teritorial China.

Beijing sebelumnya telah mendesak maskapai penerbangan asing untuk menghormati klaim kedaulatan China dan mengubah cara mereka merujuk ke Taiwan, Hong Kong dan Makau.

Sumber : BBC