logo alinea.id logo alinea.id

Di Inggris, Rudiantara tegaskan komitmen Indonesia dukung kebebasan pers

Penegasan tersebut disampaikan Rudiantara dalam Global Conference for Media Freedom di London, Inggris, pada Rabu (10/7).

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 11 Jul 2019 18:36 WIB
Di Inggris, Rudiantara tegaskan komitmen Indonesia dukung kebebasan pers

Komitmen pemerintah Indonesia atas kebebasan pers ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam Global Conference for Media Freedom di London, Inggris, pada Rabu (10/7).

"Pemerintah mana pun harus memiliki komitmen memperjuangkan para jurnalis melalui dukungan terhadap akses layanan hukum serta berbagai pelatihan," ungkapnya seperti dikutip dari keterangan tertulis di kominfo.go.id.

Memimpin delegasi Indonesia, Rudiantara menyatakan bahwa pemerintah mendukung penuh kebebasan media serta para pekerja pers.

"Indonesia mendukung upaya dunia internasional membangun jaringan dukungan untuk teman-teman jurnalis, kami juga mendukung jurnalisme warga atau citizen journalism," tambahnya.

Global Conference for Media Freedom, yang digelar oleh pemerintah Inggris dan Kanada, ditujukan untuk menyusun komitmen bersama terhadap perlindungan jurnalis dalam menjalankan tugas, serta peningkatan kualitas sumber daya pekerja media dan memperjuangkan kebebasan pers.

Di Indonesia sendiri, kebebasan pers dijamin sebagai hak konstitusional sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 ayat 1 yang menyatakan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Pada 2019, LSM yang memperjuangkan kebebasan dan demokrasi, Freedom House, memberikan Indonesia skor 62 dari 100 dalam hal memiliki lingkungan media yang dinamis dan beragam.

Dalam konferensi internasional itu, Rudiantara menekankan pentingnya keterlibatan Indonesia dalam ajang tersebut.

Sponsored

"Agenda ini penting, terutama untuk mengetahui seputar dinamika insan pers dalam tataran global," kata dia.

Konferensi tersebut menyepakati dukungan terhadap sejumlah program pemberdayaan pekerja media, termasuk program pengembangan kemampuan jurnalisme investigatif.

Beberapa organisasi multilateral juga menyatakan dukungan untuk mengimplementasikan mekanisme guna mendukung dan memperjuangkan hak jurnalis di seluruh dunia.

"Semoga melalui Global Conference for Media Freedom, eksistensi media semakin positif dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia," tuturnya.