sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Di Kongres Wanita Sosialis, Jong Un instruksikan ibu-ibu lebih ketat awasi anak

Kim Jong Un kali ini tidak tampil langsung di hadapan Ikatan Wanita Sosialis. Namun pesannya tetap bergema di auditorium.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Rabu, 23 Jun 2021 09:45 WIB
Di Kongres Wanita Sosialis, Jong Un instruksikan ibu-ibu lebih ketat awasi anak

Kim Jong Un kembali memberikan nasihat kepada wanita Korea Utara. Mereka diminta untuk mengawasi anak-anaknya lebih ketat lagi.

Nasihat yang lebih bersifat instruksi itu disampaikan Kim Jong Un dalam kongres ketujuh Ikatan Wanita Sosialis Korea. Namun kali ini Ia tidak menghadiri secara langsung. Pesan itu dibacakan oleh seorang pejabat tinggi Korut.

NK News, media berbasis di Korsel yang fokus memberitakan perkembangan di Korea Utara, melaporkan bahwa Kongres tersebut dihadiri ratusan orang. 

"Wanita harus menggunakan pakaian tradisional yang akan membuat semua aspek dalam kehidupan lebih cocok dengan nuansa yang sesuai cita rasa nasional kita," ujar Kim. Dalam kongres itu setiap baris memang diisi wanita yang berpakaian tradisional yang berwarna cerah dan masker biru.

Kim juga meminta para wanita untuk memberi dukungan kepada para lelaki yang sedang berjuang membangun atau menjaga Negara. Seperti menyanyikan lagu patriotik di area pembangunan, dan menulis surat dukungan kepada para tentara.

Pesan yang utama Kim kali ini kepada para wanita di auditorium itu  adalah agar mereka mengawasi lebih ketat anak-anak mereka supaya tidak terpapar budaya, gaya dan ideologi asing. Bagi Kim, masalah berpakaian dan gaya yang tidak biasa bukan masalah kecil. "Itu seperti tumor ganas yang bisa mengancam kehidupan masa depan penerus kita," sambung Kim.

Belakangan pemimpin Negeri Otoriter itu memang menyoroti infiltrasi budaya yang merembes ke kehidupan masyarakat Korea Utara, seperti K-Pop. Kim sendiri sudah memberikan ancaman berat bagi mereka yang kedapatan meniru-niru budaya K-Pop dengan penjara hingga 15 tahun dan kerja paksa.

Untuk membendung pengaruh asing, Ia juga membuat kebijakan perbatasan yang diperketat. Korea Utara berhasil menekan Korea Selatan untuk melarang pengiriman flash drive, pamflet dan uang meski dengan alsan pencegahan terhadap penularan virus corona.

Sponsored

Tetapi pengaruh budaya tersebut memang diselundupkan dengan berbagai cara. Selama bertahun-tahun Negara Komunis itu kerap dikirimi flash drive berisi konten film Holywood dan K-Pop melalui udara. Dengan balon bahkan dengan drone helikopter.  

Namun, setelah penutupan perbatasan tahun lalu, Korut kini menghadapi ancaman kelaparan. Kim pun mengakui bahwa di Korea Utara saat ini dalam situasi tegang.

"Kore Utara di ambang krisis ekonomi, dan strategi Kim Jong Un untuk mengatasinya adalah dengan berorientasi kedalam dan penguatan peran negara," komentar pakar Korea Utara dari Universitas Vienna, Rudriger Frank. "Ketegasan menegaskan front ideologis adalah konsekuensi yang logis," imbuhnya.

Berita Lainnya