sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Di KTT ASEAN, Jokowi harap TCA berlaku per 2021

Indonesia mengusulkan TCA saat KTT ke-36 ASEAN, 26 Juni 2020.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 12 Nov 2020 14:13 WIB
Di KTT ASEAN, Jokowi harap TCA berlaku per 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework yang akan disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). 

"Saya menyambut baik pada KTT ini kita akan mengeluarkan ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework. Untuk itu, rencana implementasi ASEAN TCA harus segera diwujudkan," katanya saat menyampaikan pidatonya dalam KTT ke-37 ASEAN secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11). TCA merupakan usulan Indonesia pada KTT ke-36 ASEAN pada 26 Juni lalu.

Untuk mengimplementasikan TCA, Jokowi mendorong Dewan Koordinasi ASEAN dan Badan Sektoral ASEAN bergerak cepat dan efisien. Menurutnya, ASEAN perlu segera merealisasikan pembentukan jalur cepat sementara (temporary fast lane) dan protokol kesehatan saat keberangkatan dan kedatangan, pemanfaatan platform digital yang terintegrasi di kawasan, penentuan port of entry, serta ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

"Saya harap ASEAN TCA ini dapat segera berjalan pada kuartal pertama 2021. Pengaturan tersebut akan memunculkan optimisme, bahwa kegiatan ekonomi kita secara bertahap dapat diaktifkan kembali dengan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan. Rakyat kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Mereka ingin melihat kawasan kita segera bangkit," klaimnya.

Melalui keterangan tertulis Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jokowi pun menyambut baik penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dokumen diteken setelah negara-negara ASEAN bernegosiasi selama sekitar delapan tahun.

"Kita harus membuktikan, bahwa integrasi ekonomi yang sangat besar ini akan membawa manfaat bagi rakyat kita," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi menyinggung pentingnya peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Dirinya menganggap wajar dua kekuatan besar dunia yang tengah bersaing, Amerika Serikat (AS) dan China, ingin menarik ASEAN untuk berpihak.

Meski demikian, baginya, ASEAN harus solid, menjaga keseimbangan, terus menyampaikan pesan memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan, pentingnya para mitra kita menghormati Treaty of Amity and Cooperation, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982, dalam merespons rivalitas tersebut.

Sponsored

"Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerja sama inklusif, maka ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas tersebut dan ASEAN akan dapat memainkan peran sentralnya dalam pengembangan kerja sama kawasan," tutup dia.

Berita Lainnya