sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Di tengah ketegangan, Rusia dan AS buka pintu diplomasi Ukraina

Moskow membutuhkan waktu untuk meninjau dan tidak akan terburu-buru untuk mengambil kesimpulan,

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Jumat, 28 Jan 2022 16:30 WIB
Di tengah ketegangan, Rusia dan AS buka pintu diplomasi Ukraina

Rusia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan bersedia mengatasi kebuntuan pada masalah perdamaian dengan Ukraina. Namun demikian, kedua belah pihak tetap membuka pintu untuk berdialog lebih lanjut.

Seperti dikutip Reuters, Jumat (28/1),  Amerika Serikat dan NATO mengajukan tanggapan tertulis pada hari Rabu terhadap tuntutan Rusia untuk menggambar ulang pengaturan keamanan pasca-Perang Dingin di Eropa sejak mengumpulkan pasukan di dekat Ukraina, mendorong kekhawatiran negara barat akan invasi dan janji dukungan pertahanan AS yang baru.

Juru Bicara pembantu kebijakan luar negeri Rusia, Kremlin Yuri Ushakov, Dmitry Peskov mengatakan Moskow membutuhkan waktu untuk meninjau dan tidak akan terburu-buru untuk mengambil kesimpulan.

"Berdasarkan apa yang dikatakan rekan-rekan kami (AS dan NATO) kemarin dalam rancangan dokumen tersebut, kami tidak dapat mengatakan bahwa kami tidak dapat langsung menyepakati, tapi kami tidak akan terburu-buru dengan penilaian," ujar Peskov. Washington mengatakan pihaknya dan sekutunya berharap Rusia akan mempelajari tanggapan mereka dan kembali ke meja perundingan.

"Kami bersatu, bersatu dalam preferensi kami untuk diplomasi. Namun, kami juga bersatu dalam tekad kami bahwa jika Moskow menolak tawaran dialog kami, biayanya harus cepat dan parah," ujar Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, Victoria Nuland.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan cara terbaik untuk mengurangi ketegangan adalah NATO mengeluarkan pasukan dari Eropa timur dan juga berusaha untuk meredam kekhawatiran akan invasi. Para pejabat AS mengatakan Presiden Vladimir Putin belum memutuskan apakah akan menyerang.

"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa negara kami tidak berniat menyerang siapa pun," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Alexei Zaitsev. Dia bahkan menyatakan perang antarwarga tidak dapat dibenarkan.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden dalam panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Washington dan sekutunya siap untuk menanggapi dengan tegas jika Rusia menyerang bekas negara Soviet, kata Gedung Putih.

Sponsored

Biden mengatakan AS sedang menjajaki dukungan makroekonomi tambahan untuk membantu ekonomi Ukraina di tengah tekanan yang dihasilkan dari penumpukan militer Rusia, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Zelenskiy menulis di Twitter bahwa mereka menyetujui tindakan bersama untuk masa depan dan membahas kemungkinan dukungan keuangan. Sekelompok senator AS telah bertemu untuk menyusun undang-undang yang akan meningkatkan bantuan pertahanan ke Kyiv.

Berita Lainnya