logo alinea.id logo alinea.id

Dianggap ancam keamanan nasional, AS usir 2 diplomat Kuba

Keputusan AS mendapat kecaman keras dari Kuba. Menlu Rodriguez menyebut langkah AS tidak dapat dibenarkan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Sep 2019 12:37 WIB
Dianggap ancam keamanan nasional, AS usir 2 diplomat Kuba

Pada Kamis (19/9), Amerika Serikat memerintahkan pengusiran dua anggota delegasi Kuba untuk PBB. Keputusan itu mendapat kecaman keras dari Havana.

Dalam pengumuman yang muncul hanya beberapa hari sebelum Sidang Umum PBB, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menuduh kedua diplomat Kuba itu berusaha melakukan operasi yang mengancam keamanan nasional.

Kemlu AS tidak menguraikan rincian tudingan atau menyebut nama kedua diplomat asing tersebut.

Ini merupakan eskalasi terbaru dari memburuknya hubungan AS-Kuba sejak Havana menyatakan dukungan bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Pada hari ini kemlu memberi tahu Kementerian Luar Negeri Kuba bahwa AS meminta dua perwakilannya untuk PBB dipulangkan segera karena menyalahgunakan hak tinggal mereka," tutur juru bicara Kemlu AS Morgan Ortagus dalam pernyataannya.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengkritik tindakan AS dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak dapat dibenarkan.

"Tudingan bahwa dua diplomat kemungkinan telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka adalah fitnah," kata Rodriguez. "Pengusiran ini bertujuan untuk menimbulkan provokasi diplomatik yang akan mengarah pada penutupan kedutaan besar dan menciptakan ketegangan antara kedua negara."

Ortagus mengatakan Kemlu AS akan membatasi dan mengawasi gerak diplomat Kuba lainnya.

Sponsored

"Kami menganggap serius jika adanya upaya yang mengancam keamanan nasional AS dan akan terus menyelidiki setiap personel yang mungkin memanipulasi hak istimewa mereka juga," ungkap dia.

Di bawah "perjanjian markas besar" PBB pada 1947, AS diminta untuk mengizinkan akses diplomat asing ke PBB. Tetapi Washington mengatakan mereka dapat menolak visa atas alasan keamanan, terorisme dan kebijakan luar negeri.

Selama beberapa dekade, Washington dan Havana, musuh lama Perang Dingin, telah beberapa mengusir sejumlah diplomat satu sama lain.

Trump mengusir 15 diplomat Kuba pada September 2017 setelah dia menarik staf Kedutaan Besar AS di Havana yang mengeluh menderita penyakit misterius.

Presiden ke-45 AS pun telah menerapkan sanksi ekonomi terhadap Kuba dan membatasi perjalanan warga negara AS ke pulau itu.

Washington sebelumnya telah menekankan, tujuan utama dari tekanan mereka adalah untuk memaksa Kuba meninggalkan Maduro. Namun, Havana menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukannya.

Sumber : Reuters