logo alinea.id logo alinea.id

Anggap mencampuri upaya reunifikasi, China ultimatum AS

Beijing tidak segan-segan menerjunkan pasukan militer demi merealisasikan One-China policy.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Minggu, 02 Jun 2019 16:59 WIB
Anggap mencampuri upaya reunifikasi, China ultimatum AS

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe memperingatkan agar Amerika Serikat (AS) tidak ikut campur dalam upaya 'reunifikasi' China dengan Taiwan. Wei menegaskan, Beijing tidak segan-segan menerjunkan pasukan militer demi merealisasikan One-China policy

"Kami akan mengupayakan proses reunifikasi secara damai dengan sepenuh hati, namun kami tidak menjanjikan tak bakal menggunakan kekuatan (militer) untuk mencapainya. Kami akan memperjuangkannya hingga akhir," ujar Wei di sela-sela Shangri-la Dialogue di Singapura, Minggu (2/6) seperti dikutip Reuters

Menurut Wei, China semata mengikuti 'teladan' Presiden AS ke-16 Abraham Lincoln dalam upaya reunifikasi. Pada masa perang sipil, Lincoln sukses mencegah pemisahan diri sejumlah negara bagian di AS. "Amerika Serikat tidak bisa dipisahkan, begitu juga China. China harus dan akan melaksanakan reunifikasi," imbuhnya. 

Lebih jauh, Wei mengatakan, AS tidak punya justifikasi dalam mencampuri urusan domestik China. "Upaya-upaya memisahkan China akan gagal. Intervensi asing terkait isu Taiwan ditakdirkan untuk gagal," kata dia. 

Beijing mengklaim kawasan Laut China Selatan termasuk daratan Taiwan sebagai bagian dari teritori mereka. Presiden China Xi Jinping bahkan menegaskan tak akan melepas satu jengkal pun wilayah yang 'dikuasai' China itu ke pihak asing. 

Di sisi lain, AS berjanji tak akan membiarkan China mendelegitimasi kedaulatan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan bahkan menegaskan, AS tidak akan lagi ragu-ragu bersikap dalam mempertahankan kemerdekaan kawasan Indo-Pasifik. 

"Kami tidak akan lagi membuang muka melihat negara-negara tertentu menggunakan retorika damai untuk mengaburkan tindakan-tindakan tidak bersahabat yang mereka lakukan," kata Shanahan di venue Shangri-la Dialogue, dua hari sebelumnya. 

Dalam beberapa bulan terakhir, tensi antara AS dan China terus meningkat. AS secara reguler mengirimkan kapal perangnya berlayar melintasi Selat Taiwan. Pemerintah China menuding langkah AS tersebut sebagai bentuk provokasi.

Sponsored

Meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, AS wajib menjual senjata pertahanan ke Taiwan sebagaimana disepakati kedua negara dalam Taiwan Relations Act tahun 1979. Pada Maret lalu, Presiden AS Donald Trump bahkan menyetujui penjualan 60 unit F-16 produksi Lockheed Martin ke Taiwan. 

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah berulangkali menegaskan negaranya tidak tertarik untuk bergabung dengan China. Jelang pemilu Taiwan, Tsai berjanji akan mempertahankan demokrasi dan independensi Taiwan.