sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dibuka bertahap, pelaksanaan umroh dibatasi 3 jam

Pemerintah Arab Saudi akan buka umrah 4 Oktober.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 28 Sep 2020 18:13 WIB
Dibuka bertahap, pelaksanaan umroh dibatasi 3 jam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah Arab Saudi mulai 4 Oktober akan membuka ibadah umrah dalam tiga tahap. Nantinya, para jemaah diizinkan melaksanakan umrah selama tiga jam, masing-masing dengan kapasitas tertentu dan di bawah pengawasan. Hal ini serupa dengan standar yang diberlakukan selama ibadah haji pada Agustus 2020.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh Benten mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya membantu para jemaah. Dia juga membantah rumor tentang yang memberlakukan biaya untuk memesan slot waktu.

Benten mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji, setiap langkah dilakukan secara digital menggunakan Artificial Intelligence (AI). Untuk itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan aplikasi umrah baru, Eatmarna, pada Minggu (27/9).

Aplikasi ini akan membantu menegakkan standar kesehatan di tengah pandemik Covid-19, sehingga memudahkan jemaah untuk memesan umrah mereka asalkan diizinkan oleh pihak berwenang.

Pengguna yang mengunduh aplikasi juga harus memastikan bahwa mereka terdaftar dengan aplikasi Tawakkalna milik Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memeriksa status kesehatan pengguna.

Dalam wawancara dengan program Al-Rased TV, Menteri Benten mengumumkan bahwa tahap pertama akan memungkinkan 6.000 jemaah setiap harinya dan akan dibagi menjadi 12 kelompok dalam 24 jam.

Selain itu, pemerintah menetapkan tahap pertama hanya akan diperbolehkan bagi warga lokal dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi.

Sementara pada tahap kedua, jumlah kuota akan ditingkatkan menjadi 15.000 jemaah pada 18 Oktober. Kemudian, fase ketiga akan dilaksanakan pada 1 November dengan kapasitas sebanyak 20.000 orang.

Sponsored

Hal tersebut dilakukan sambil menegakkan langkah-langkah jarak sosial dengan bantuan pihak berwenang untuk memastikan bahwa mereka menerima perawatan yang sama yang diberikan kepada jemaah haji.

"Kami juga menetapkan kelompok usia antara 18-65 tahun. Mereka yang tidak bisa memiliki kursi roda siap untuk mereka melakukan tawaf, tetapi alur tawaf (tindakan mengelilingi Ka'bah tujuh kali) akan konsisten dengan kecepatan dan alur yang sama," jelas Benten.

Dia mengatakan bahwa jemaah akan memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan ritual ibadah. Jemaah haji yang akan tiba dari luar Makkah, yang memesan hotel dan tempat tinggal, akan diminta untuk bertemu di check point 15 menit sebelum jadwal keberangkatan mereka ke Masjidil Haram di mana mereka akan bertemu dengan pemandu dan spesialis kesehatan.

Menteri Benten tidak menjelaskan apakah Arab Saudi menerima jemaah dari luar negeri. Sejak 15 September, Arab Saudi telah mencabut sebagian larangan penerbangan internasionalnya. (Arab News)

Berita Lainnya