sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dihujani kritik, Trump bela kesepakatan migrasi dengan Meksiko

Aspek-aspek utama dari kesepakatan tersebut masih belum jelas. Trump mengatakan akan mengumumkannya jika waktunya sudah tepat.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 10 Jun 2019 10:13 WIB
Dihujani kritik, Trump bela kesepakatan migrasi dengan Meksiko

Donald Trump membela kesepakatan pemerintahannya dengan Meksiko atas kritik yang menyatakan tidak ada komitmen baru untuk membendung arus migran Amerika Tengah yang menyeberang ke Amerika Serikat.

Aspek-aspek utama dari kesepakatan tersebut masih belum jelas, termasuk apakah Meksiko telah berjanji untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS dan apakah kesepakatan itu memperkuat komitmen Meksiko untuk mengawasi wilayah perbatasannya.

Sejumlah senator dari Partai Demokrat mengklaim bahwa kesepakatan itu tidak mengandung banyak aspek baru.

Kesepakatan yang diumumkan pada Jumat (7/9) itu menangguhkan pengenaan tarif impor 5% atas semua barang Meksiko yang sebelumnya dijadwalkan untuk diterapkan pada Senin (10/6).

Sebelumnya, Trump menyatakan akan membatalkan penerapan tarif itu jika Meksiko berupaya lebih keras untuk membantu mengurangi dan mengatasi peningkatan arus migran yang berada di perbatasan selatan.

"Sejak dulu Meksiko tidak bersikap kooperatif terkait persoalan di perbatasan ... dan setelah berunding dengan presiden mereka kemarin, saya yakin bahwa ke depannya Meksiko akan sangat kooperatif dan ingin melakukan pekerjaan mereka dengan baik," tutur Trump lewat Twitter.

Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Trump mengatakan baru akan mengumumkan detail lain yang kedua pihak sepakati jika waktunya sudah tepat.

Sponsored

Secara umum, kesepakatan AS-Meksiko membahas program Protokol Perlindungan Migrasi (MPP) yang diumumkan pada Desember 2018. Program itu mengirim para migran yang mencari suaka di AS untuk menunggu di Meksiko ketika permohonan mereka sedang diproses.

Pada Jumat, Kementerian Luar Negeri AS menuturkan Washington akan menerapkan implementasi MPP seluruh pos di perbatasan selatannya.

Namun, pada Minggu malam waktu setempat, sejumlah petugas perbatasan Meksiko menyatakan bahwa para pencari suaka yang ingin ke AS belum dikirim ke kota-kota perbatasan di Meksiko.

Para petugas yang mengawasi perbatasan di Sonora, New Mexico, dan Tamaulipas itu mengaku belum mengetahui ada rencana untuk mengimplementasikan MPP.

Kesepakatan itu juga mengharuskan Meksiko untuk mengerahkan pasukan Pengawal Nasional demi meningkatkan keamanan di perbatasan selatan.

Ketidakpastian kesepakatan

Pada Sabtu (8/6), laporan The New York Times yang mengutip para pejabat dari kedua negara mengatakan, sebagian kesepakatan telah dirancang sejak Maret.

Namun, melalui twitnya pada Minggu, Trump membantah laporan The Times.

"Kami telah berupaya menyusun beberapa tindakan terkait perbatasan sejak lama, sama halnya seperti pemerintah sebelumnya yang tidak berhasil meraih konsensus, sampai kesepakatan kami dengan Meksiko kali ini," kata dia.

Senator Demokrat, Chuck Schumer, menilai kesepakatan itu tidak mengandung banyak elemen baru, mengatakan bahwa itu hanya solusi palsu dari Trump.

"Kesepakatan itu kemungkinan hanya akan memiliki dampak kecil pada penyelesaian persoalan migrasi Amerika Tengah. Pasalnya, banyak komponen dari kesepakatan itu merupakan hal-hal yang sebelumnya sudah Meksiko lakukan," kata Schumer.

Wakil Presiden AS Mike Pence menegaskan bahwa Trump membuat Meksiko mengambil langkah yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan.

Pada Sabtu, Trump mengklaim bahwa Meksiko setuju untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS. Namun, banyak pihak yang meragukan hal itu.

Pejabat pemerintahan Meksiko belum membenarkan klaim Trump. Duta Besar Meksiko untuk AS Martha Barcena Coqui menolak untuk mengonfirmasi apakah kesepakatan Meksiko-AS mencatumkan komitmen terkait pembelian produk pertanian.

Dubes Coqui hanya menegaskan bahwa hubungan perdagangan kedua negara akan meningkat karena adanya pembatalan tarif.

Dia mengatakan selama ini Meksiko menjadi mitra dagang utama AS dalam produk pertanian. Meksiko merupakan importir utama sejumlah produk pertanian AS seperti jagung, gandum, daging babi dan susu.

Pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard hanya mengatakan bahwa kesepakatan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi dia tidak merinci lebih jelas terkait apakah kesepakatan tersebut berisi komitmen Meksiko untuk meningkatkan ekspor dari AS.

Sumber : Reuters