sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dituduh lakukan spionase, AS cabut visa 1.000 pelajar China

Hampir 370.000 siswa dari China terdaftar di universitas di seluruh AS pada 2018-2019.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 10 Sep 2020 14:06 WIB
Dituduh lakukan spionase, AS cabut visa 1.000 pelajar China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS) mencabut lebih dari 1.000 visa bagi pelajar dan peneliti asal China.

Ketika ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat, Presiden AS, Donald Trump, pada 29 Mei menyatakan, sejumlah pelajar asal China yang berada di negaranya secara sengaja mencuri kekayaan intelektual dan membantu memodernisasi militer "Negeri Tirai Bambu".

Kemlu AS mengatakan, lebih dari 1.000 visa telah dicabut sejak Trump pada 1 Juni menuduh ada sejumlah pelajar dan peneliti China yang melakukan spionase.

"Mahasiswa pascasarjana berisiko tinggi dan peneliti yang dibuat tidak memenuhi syarat di bawah proklamasi. Ini mewakili sebagian kecil dari jumlah total mahasiswa dan cendekiawan China yang datang ke AS," jelas pernyataan Kemlu AS, Rabu (9/9) waktu setempat.

Lebih lanjut, Kemlu menuturkan, "Negeri Paman Sam" akan terus menyambut pelajar dari China yang tidak bekerja sama demi melanjutkan tujuan Partai Komunis China di AS.

Kemlu AS menolak memberikan perincian visa siapa saja yang telah dicabut, mengutip adanya undang-undang terkait privasi identitas.

Hampir 370.000 siswa dari China terdaftar di universitas di seluruh AS pada 2018-2019.

Sejumlah aktivis Asia-Amerika telah memperingatkan, keputusan Trump menimbulkan iklim kecurigaan di kampus-kampus. Mereka menyebut, mahasiswa keturunan Asia menjadi sasaran bagi prasangka buruk.

Sponsored

Namun, para pejabat AS mengatakan, jumlah kasus spionase yang melibatkan China telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pejabat AS menuduh Beijing berusaha mencuri penelitian universitas-universitas AS tentang Covid-19. (The Straits Times)

Berita Lainnya