sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Donald Trump: Iran, jangan bunuh pemrotes

Demonstrasi berlangsung di sejumlah titik di Iran untuk memprotes jatuhnya pesawat Ukraina oleh rudal Iran.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 13 Jan 2020 12:33 WIB
Donald Trump: Iran, jangan bunuh pemrotes
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Pada Minggu (12/1), Presiden Donald Trump memberi peringatan keras kepada para pemimpin Iran. Dia meminta mereka untuk tidak membunuh demonstran antipemerintah.

Peringatan Trump datang setelah ribuan demonstran antipemerintah membanjiri sejumlah wilayah di Iran setelah Teheran mengakui telah secara keliru menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines. Insiden yang terjadi pada Rabu (8/1) itu menewaskan 176 penumpang dan kru.

"Kepada para pemimpin Iran, jangan bunuh pemrotes kalian ... Dunia sedang mengawasi kalian. Yang lebih penting lagi, AS juga mengawasi kalian," twit Trump.

Trump juga menyerukan pemerintah Iran untuk memulihkan akses internet. Sejumlah laporan media Iran menyebut bahwa akses internet telah diputus untuk membatasi penyebaran video unjuk rasa di media sosial.

"Pulihkan kembali akses internet Anda dan biarkan wartawan melakukan pekerjaan mereka," lanjut Trump.

Sebelumnya, Trump telah menyuarakan dukungan bagi para pengunjuk rasa antipemerintah Iran.

"Kepada warga Iran yang pemberani dan telah lama menderita, saya telah berdiri bersama kalian sejak awal kepresidenan saya dan pemerintahan saya akan terus mendukung kalian," tulis Trump dalam twit berbahasa Inggris dan Persia. "AS mengawasi protes dengan cermat dan kami terinspirasi oleh keberanian kalian."

Sponsored

Dalam twit lainnya pada Sabtu (11/1), Trump menyatakan bahwa pemerintah Iran harus mengizinkan kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk memantau dan melaporkan fakta dari lapangan mengenai protes antipemerintah yang sedang berlangsung.

"Tidak boleh terjadi pembantaian pedemo yang memprotes secara damai serta pembatasan akses internet. Dunia sedang mengawasi," ungkap Trump.

Dalam twit pada Sabtu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga menunjukkan dukungan bagi pemrotes di Iran.

"Suara rakyat Iran jelas. Mereka muak dengan kebohongan, korupsi, ketidakmampuan, dan kebrutalan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) di bawah Khamenei," tulis dia.

Pesawat Ukraina dengan nomor penerbangan PS752 jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran. Kecelakaan terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan lebih dari selusin rudal ke dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS.

Serangan Iran merupakan pembalasan atas pembunuhan jenderal Qasem Soleimani oleh AS.

Pada Minggu, setidaknya enam roket dilaporkan menghantam pangkalan militer Balad yang menampung pasukan AS di Baghdad. Serangan tersebut melukai empat tentara Irak dan belum ada laporan mengenai korban personel AS. Belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, pada Minggu, protes antipemerintah berlanjut untuk hari kedua di sejumlah wilayah di Iran. Demonstran mengecam pernyataan pemerintah yang menyatakan bahwa kesalahan manusia dan sikap gegabah AS menjadi penyebab Iran keliru menembak pesawat Ukraina.

"Pemerintah berbohong saat mengatakan bahwa musuh kita adalah AS, sesungguhnya musuh kita ada di sini," kata seorang pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Amir Kabir University, Teheran.

Selain di universitas tersebut, protes juga berlangsung di Azadi Square di ibu kota serta di sejumlah kota lainnya.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, disebut bahwa pengunjuk rasa mendesak agar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur. Demonstran juga menuntut agar pihak-pihak yang bertanggung jawab menembak jatuh pesawat diadili.

Sejumlah pemrotes disebut meneriakkan, "Death to the dictator" dan "Khamenei have shame, leave the country".

Surat kabar di Iran, Etemad, dalam editorialnya mendesak agar pemerintah meminta maaf dan mengundurkan diri.

Kanada cari keadilan

Di antara korban tewas dalam kecelakaan Ukraine International Airlines, 57 di antaranya merupakan warga Kanada.

Berdiri di hadapan sekitar 2.300 orang dalam upacara mengenang korban tewas di Edmonton, Alberta, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjanji akan mencari keadilan dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang menyebabkan kecelakaan nahas tersebut.

"Tragedi ini seharusnya tidak pernah terjadi dan saya ingin meyakinkan kalian bahwa saya mendukung kalian selama masa yang sangat sulit ini ... Kalian memberi pemerintah tujuan untuk mengejar keadilan dan menuntut akuntabilitas," kata Trudeau.

PM Trudeau menegaskan, Kanada akan mengambil bagian dalam proses penyelidikan kecelakaan pesawat Ukraina tersebut.

"Kami tidak akan berhenti sampai menemukan jawaban," tutur dia. (CNN, Al Jazeera, dan Reuters)

Berita Lainnya