logo alinea.id logo alinea.id

Donald Trump ke imigran: Negara kami sudah penuh

Trump mengklaim keadaan darurat terjadi di perbatasan selatan AS dengan Meksiko yang dipicu oleh kedatangan para imigran.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 06 Apr 2019 12:17 WIB
Donald Trump ke imigran: Negara kami sudah penuh

Donald Trump kembali menegaskan bahwa sistem imigrasi Amerika Serikat sudah terlalu terbebani dan penyeberangan perbatasan secara ilegal harus dihentikan.

Hal itu dia sampaikan dalam kunjungannya ke perbatasan AS-Meksiko di Calexico, California, pada Jumat (5/4).

Dalam kunjungan itu, Trump menginspeksi sejumlah bagian dari perbatasan dan turut serta dalam diskusi meja bundar terkait imigrasi.

"Memang ada keadaan darurat di perbatasan bagian selatan kami," kata Trump dalam pertemuan itu, dia menyatakan ada peningkatan tajam dalam imigrasi ilegal. "Penyeberangan ilegal itu terjadi dalam gelombang besar, dan itu membanjiri sistem imigrasi kami. Kami tidak dapat menerima Anda. Negara kami sudah penuh."

Ancaman Trump dinilai tidak akurat karena mencampuradukkan fakta dengan fiksi.

Trump mengklaim bagian dari perbatasan yang dikunjunginya adalah bagian baru. Padahal itu merupakan pengganti dari bagian yang sudah tua. Sejak menjabat, pemerintahan Trump belum menyelesaikan pagar perbatasan baru di mana pun.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga meremehkan klaim imigran di perbatasan yang mencari suaka, menyatakan bahwa banyak dari mereka merupakan anggota geng.

Dia membandingkan upaya para imigran untuk menemukan suaka di AS dengan penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller tentang campur tangan Rusia dalam Pilpres 2016.

Sponsored

"Dua-duanya tipuan dan berita bohong," ujar Trump. "Saya paham soal tipuan, saya baru saja melaluinya."

Penangkapan di sepanjang perbatasan bagian selatan telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Agen perbatasan melakukan 100.000 penangkapan atau penolakan masuk pada Maret 2019. 

Itu merupakan jumlah tertinggi selama 12 tahun terakhir dan lebih dari setengahnya merupakan keluarga yang membawa anak-anak.

Sebelum bertolak ke California, kepada para wartawan di Washington, Trump mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk memberi sanksi ekonomi kepada Meksiko jika mereka tidak membantu meringankan aliran narkoba dan imigran ke AS.

"Jika mereka membantu kami, semuanya akan baik-baik saja. Jika tidak, kami akan mengenakan tarif 25% bagi mobil-mobil produksi mereka," kata dia.

Sebagian besar perdagangan narkoba justru tidak dilakukan oleh para migran, tetapi oleh sejumlah geng profesional yang mengirim narkotika ke AS melalui pelabuhan.

Ketika Trump berkunjung ke California, 20 negara bagian mengajukan mosi yang berusaha memblokir upaya presiden untuk mengalihkan dana federal bagi pembangunan dinding perbatasan yang dia inginkan.

Pernyataan dari Koalisi Komunitas Perbatasan Selatan menyebut kunjungan Trump sebagai "teater politik yang basi untuk menggalang lebih banyak dana untuk memenuhi obsesinya membangun dinding".

Gubernur California Gavin Newsom mengeluarkan teguran keras terhadap dorongan presiden yang meminta agar kongres mengeluarkan UU yang akan memperketat aturan suaka.

"Sejak berdiri, AS telah menjadi tempat berlindung, tempat yang aman bagi orang-orang yang melarikan diri dari tirani, penindasan, dan kekerasan," ujar Newsom dalam sebuah pernyataan. "Perkataan Trump menunjukkan pengabaian total terhadap konstitusi, sistem peradilan kami, dan apa artinya menjadi orang Amerika Serikat."

Sumber : The Guardian