logo alinea.id logo alinea.id

Donald Trump resmi memulai kampanye Pilpres AS 2020

Donald Trump secara resmi meluncurkan kampanye pencalonannya dalam Pilpres AS 2020 di Florida pada Selasa (18/6).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 19 Jun 2019 12:25 WIB
Donald Trump resmi memulai kampanye Pilpres AS 2020

Donald Trump secara resmi meluncurkan kampanye pemilihannya kembali. Dia mendesak para pendukungnya untuk mempertahankan timnya selama empat tahun lagi.

Presiden dari Partai Republik ini mengumumkan pencalonannya di hadapan ribuan pendukungnya di Florida. Dia menyebut negara bagian itu sebagai rumah keduanya.

Jajak pendapat awal menempatkan Trump di belakang beberapa calon penantang asal Demokrat.

Trump menjejakkan kaki di panggung dengan istrinya, Melania, yang mengatakan dirinya bersemangat untuk kembali menjadi ibu negara.

"Kita akan membuat Amerika tetap hebat lagi," kata Trump pada Selasa (18/6) malam. 

Dia menambahkan, "Malam ini saya berdiri di hadapan Anda untuk secara resmi meluncurkan kampanye untuk masa jabatan kedua sebagai presiden Amerika Serikat. Saya janji tidak akan pernah mengecewakan kalian."

"Bersama-sama kita memandangi kemapanan politik yang rusak dan kami memulihkan pemerintahan oleh dan untuk rakyat," kenang Trump tentang kampanye pertamanya, menyebutnya sebagai sebuah gerakan politik yang hebat.

"Selama Anda mempertahankan tim ini, kami punya cara luar biasa untuk bekerja. Masa depan kita tidak pernah tampak lebih cerah atau lebih lebih jelas."

Sponsored

Tema lama

Beberapa telah berkemah di luar arena Amway Center di Orlando sejak Senin dini hari untuk menghadiri pidato Trump.

CBS News melaporkan di antara mereka yang hadir banyak yang menyoroti isu ekonomi dan imigrasi sebagai keprihatinan utama, persoalan-persoalan yang dapat dipastikan juga menjadi sorotan Trump.

Sejumlah pejabat senior Gedung Putih, termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan Sekretaris Pers Sarah Sanders, juga tampil berbicara di panggung yang sama dengan Trump. Demikian pula putra sulung Trump, Donald Trump Jr.

Dalam pidato yang berlangsung selama kurang lebih 80 menit, Trump mengulang tema-tema kunci dari kampanye kemenangannya di 2016. Salah satunya, menindak imigrasi ilegal. Dia menuduh bahwa penantangnya dari Demokrat ingin melegalkan migran yang melintasi perbatasan selatan untuk meningkatkan basis pemilihan mereka. 

"Kami percaya bahwa negara kita harus menjadi tempat perlindungan bagi warga negara yang taat hukum, bukan untuk orang kriminal asing," kata Trump.

Selain itu, Trump menuduh Demokrat ingin menghancurkan AS. Dia menggambarkan lawan-lawannya sebagai gerombolan sayap kiri radikal yang disebutnya akan membawa sosialisme ke AS.

"Suara untuk setiap calon Demokrat pada 2020 adalah dukungan bagi kebangkitan sosialisme radikal dan hancurnya 'American dream'," sebut Trump.

Sehari sebelumnya, Trump mentwit bahwa pihak berwenang akan mulai menyingkirkan jutaan migran yang masuk ke AS secara ilegal. Trump menyebut mereka alien ilegal.

"Mereka akan disingkirkan secepat mereka masuk," tulis Trump.

US Immigrations and Customs Enforcement (ICE) biasanya tidak mengumumkan tindakan pembersihan yang akan diambil, dan pejabat agensi mengatakan kepada media bahwa mereka tidak tahu mengenai twit Trump.

Awal bulan ini, penjabat Direktur ICE Mark Morgan mengatakan, pihak berwenang akan menargetkan para migran yang telah menerima perintah akhir deportasi, termasuk keluarga.

Dalam twitnya pada Senin (17/6) malamnya, Trump juga membandingkan "hukum imigrasi kuat" Meksiko, yang merupakan produk dari perjanjian baru untuk mencegah tarif AS, dengan kebijakan perbatasan Partai Demokrat.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Meksiko mengerahkan 6.000 personel Garda Nasional ke perbatasannya untuk menindak aliran migrasi dari Amerika Tengah.

Seorang pejabat senior Meksiko mengatakan kepada Associated Press bahwa jumlah migran yang tiba di perbatasan AS telah turun dari 4.200 menjadi 2.600 per hari.

Dalam pidatonya, Trump memuji kondisi perekonomian, mengkritik penyelidikan oleh Robert Mueller terhadap dugaan kolusi antara tim kampanyenya pada 2016 dan Rusia serta menyebut media yang meliput momen pencalonannya sebagai produsen hoaks isu tersebut.

Kehadiran Trump di Florida tidak hanya disambut para pendukungnya. Sejumlah orang juga menggelar demonstrasi, menerbangkan balon 'Baby Trump'.

Salah satu calon kandidat presiden Demokrat, Bernie Sanders merespons pengumuman pencalonan Trump dengan mentwit bahwa Trump hidup di alam semesta paralel.

"Dia di luar jangkauan orang-orang biasa. Dia harus dikalahkan," twit Sanders.

Dalam twit lainnya, Sanders menuliskan, "Pekerjaan terpenting kita adalah mengalahkan presiden paling berbahaya di sejarah modern negara ini."



Sumber : BBC