sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dubes AS: China bahayakan dunia dengan menekan informasi

Negeri Paman Sam mencatat lebih dari 69.000 kasus infeksi Covid-19, di mana lebih dari 1.000 orang meninggal.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 26 Mar 2020 17:58 WIB
Dubes AS: China bahayakan dunia dengan menekan informasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 113134
Dirawat 37598
Meninggal 5302
Sembuh 70237

Duta Besar Amerika Serikat untuk Inggris mengatakan bahwa Beijing telah membahayakan dunia dengan menekan informasi terkait Covid-19 sehingga memungkinkan virus itu menyebar melampaui perbatasan China.

"Pertama, (mereka) menekan pemberitaan," tulis Duta Besar Woody Johnson dalam sebuah artikel yang dipublikasikan The Times pada Kamis (26/3), menambahkan bahwa Beijing kemudian secara selektif berbagi informasi penting sementara menghalangi otoritas kesehatan internasional.

"Seandainya China melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, lebih banyak warganya sendiri, dan seluruh dunia, mungkin terhindar dari dampak paling serius dari penyakit ini."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sendiri telah mengungkapkan bahwa Beijing seharusnya bertindak lebih cepat untuk memperingatkan dunia setelah kemunculan coronavirus jenis baru di Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir 2019. Trump telah menampik kecaman bahwa pelabelannya atas Covid-19 sebagai "virus China" adalah tindakan rasialis.

Pekan lalu, Trump menyampingkan pertanyaan apakah pelabelannya tersebut dapat melukai keturunan Asia-AS, terlebih setelah seorang pejabat Gedung Putih juga melabeli Covid-19 sebagai "kung flu". Namun, kemudian pada Senin (23/3), dia menegaskan bahwa keturunan Asia-AS tidak bertanggung jawab atas penyebaran Covid-19 dan perlu dilindungi.

Negeri Paman Sam mencatat lebih dari 69.000 kasus infeksi Covid-19, di mana lebih dari 1.000 di antaranya meninggal dan lebih dari 619 sembuh.

Senat AS pada Rabu (25/3) meloloskan paket stimulus bersejarah senilai US$2 triliun untuk menopang ekonomi yang terguncang akibat pandemik Covid-19. Peristiwa itu menandai dukungan bipartisan luar biasa, dengan hasil pemungutan suara 96:0.

Itu merupakan paket bantuan darurat terbesar dalam sejarah AS dan langkah legislatif paling signifikan yang diambil untuk mengatasi krisis akibat coronavirus jenis baru yang penyebarannya meningkat dengan cepat.

Sponsored

Selanjutnya, pembahasan paket stimulus tersebut akan bergulir di DPR. Pemimpin mayoritas DPR Steny Hoyer pada Rabu malam mengumumkan bahwa DPR akan bersidang pada Jumat untuk membahasnya

DPR yang tengah reses akan melakukan pemungutan suara dengan voice vote sehingga menghindari memaksa seluruh anggota untuk kembali ke Washington. Presiden Trump sendiri telah mengindikasikan bahwa dia akan mengesahkan paket stimulus tersebut. (Reuters dan CNN)

Berita Lainnya