sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dubes India klaim takada diskriminasi terhadap muslim di negaranya

Pradeep menyebut isu ini dihembuskan kelompok ekstrem.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 07 Mar 2020 11:26 WIB
Dubes India klaim takada diskriminasi terhadap muslim di negaranya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, mengklaim, takada persekusi maupun diskriminasi terhadap muslim di negaranya. Populasi meningkat, dalihnya.

"Jumlah umat muslim dari 35 juta ke 200 juta. Dari 9% jumlahnya, ke 14%. Apakah jumlah itu tidak menjadi bukti tersendiri?" katanya di Jakarta, Jumat (6/3).

Melansir worldpopulationprospects.info, populasi India per Sabtu (7/3), pukul 6.30 WIB, mencapai 1,378 miliar jiwa. Jumlahnya sekitar 17,7% dari jumlah penduduk di Bumi. Angka dalam situs web itu terus berubah setiap detik.

Bahkan, ungkap Pradeep, India pernah memiliki tiga presiden dari kalangan muslim. "Apakah itu bukti diskriminasi untuk kalian?" ucap dia.

"Saya menceritakan fakta ke teman-teman. Kita sebagai orang yang berpendidikan dan rasional, kita seharusnya bisa menerima fakta-fakta tersebut," tuturnya.

Dirinya melanjutkan, fakta tersebut merupakan data yang bisa diketahui, dicerna, dan dinilai oleh siapa pun.

Pradeep menilai, maraknya kabar tentang diskriminasi terhadap muslim di India dilakukan kelompok ekstrem. Pun disebut sukses memainkan isu itu.

"Kenapa golongan ekstrem ini sukses? Karena mereka menyebarkan sesuatu, mengeksploitasi keadaan di sosial media. Mereka membuat berita bohong, video bohong, membuat narasi yang bisa mengeksploitasi emosi seseorang," paparnya.

Sponsored

Ratusan massa berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) India, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3). Mereka memprotes kekerasan terhadap muslim di "Negara Anak Benua". Menyusul diberlakukannya Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan oleh pemerintah setempat. (Ant)

Berita Lainnya