sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Amankan pasokan, Duterte akhirnya sepakati pembayaran di muka vaksin Covid-19

Upaya ini dilakukan guna mendapatkan 50 juta dosis dan mengikutsertakan seperempat dari 108 juta populasi Filipina pada program vaksinasi.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Kamis, 19 Nov 2020 18:36 WIB
Amankan pasokan, Duterte akhirnya sepakati pembayaran di muka vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akhirnya menyetujui membayar perusahaan obat di muka untuk mengamankan jutaan vaksin Covid-19. Padahal, sebelumnya mengkritik produsen Barat karena meminta biaya untuk memesan "penawar" tersebut.

"Presiden menyetujui rekomendasi untuk menandatangani komitmen pasar lanjutan dengan pengembang vaksin swasta dan pembayaran uang muka kepada mereka," kata Juru bicara Kepresidenan, Harry Roque, Kamis (19/11) waktu setempat.

Duterte, sambungnya, "secara prinsip menyetujui" permintaan Departemen Kesehatan untuk persetujuan penggunaan darurat (EUA) guna mempercepat proses persetujuan vaksin Covid-19 untuk didistribusikan ke Filipina. Namun, perintah EUA belum ditekennya hingga berita ini ditulis.

Rody, sapaannya, berubah pikiran tentang pembayaran di muka setelah perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer dan Moderna, mengumumkan vaksin Covid-19 mereka menunjukkan kemanjuran 90% dan 95% dalam uji coba fase 3.

Duterte juga telah "menyetujui secara prinsip" perintah eksekutif sehingga vaksin yang telah disetujui di Filipina, negara tertinggi kedua di Asia Tenggara atas kasus Covid-19 dan kematian. Dirinya berencana mendapatkan 50 juta dosis awal vaksin guna memastikan setidaknya seperempat dari 108 juta populasinya menjalani vaksinasi pada 2021.

Duterte sebelumnya mengatakan, Filipina ingin mendapatkan vaksin Covid-19 dari China atau Rusia.

Otoritas Filipina juga melihat kesepakatan vaksin bilateral dan multilateral, termasuk memanfaatkan proyek vaksin global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau COVAX, untuk meningkatkan persenjataan prospektif melawan pandemi.

Dirinya mengatakan, ada anggaran untuk membeli vaksin, tetapi dia menginginkan pasokan yang lebih besar untuk menyuntik seluruh penduduk Filipina.

Sponsored

Galvez mengatakan, vaksin dapat tiba antara Mei dan Juli 2021. Sebagian besar kemungkinan datang pada akhir tahun depan atau awal 2022. (Rappler dan REUTERS)

Berita Lainnya