sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Eropa mulai kekurangan ruang ICU dan staf rumah sakit

Tidak heran jika banyak pejabat kesehatan yang menganjurkan kembali melakukan lockdown yang lebih ketat.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 10 Nov 2020 17:33 WIB
Eropa mulai kekurangan ruang ICU dan staf rumah sakit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Perawatan intensif adalah garis pertahanan terakhir untuk pasien coronavirus yang sakit parah dan Eropa kehabisan tempat tidur di ICU, dokter, serta perawat untuk merawat mereka.

Tidak heran jika banyak pejabat kesehatan yang menganjurkan kembali melakukan lockdown yang lebih ketat. Sekaligus memperingatkan bahwa menambahkan kapasitas tempat tidur tidak akan ada gunanya, karena tidak ada cukup dokter dan perawat yang terlatih untuk membantunya.

Di Prancis, lebih dari 7.000 pekerja perawatan kesehatan telah menjalani pelatihan sejak musim semi lalu dalam teknik perawatan intensif. Mahasiswa perawat, magang, paramedis, semuanya telah direkrut, demikian dikatakan Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran.

“Kalau mobilisasi baik dan benar-benar ada, itu tidak terbatas,” ujarnya pekan lalu, saat unit ICU terisi hingga kapasitas 85%. "Ini tidak cukup," tambah dia.

Dalam beberapa hari, angka itu telah melonjak 7% lagi dan dia memperingatkan itu akan terus bergerak naik. Satu rumah sakit di selatan Kota Marseille baru-baru ini menggunakan truk sewaan berpendingin untuk mengantisipasi peningkatan kematian.

Di Italia, Ketua Asosiasi Dokter Nasional Filippo Anelli, mengatakan dengan tingkat infeksi saat ini, tidak akan ada cukup dokter untuk berkeliling. Baru-baru ini di Napoli, perawat mulai memeriksa orang-orang yang terpaksa duduk di dalam mobil, di luar ruang gawat darurat. Mereka menunggu ruang kosong.

Italia memiliki total 11.000 tempat tidur ICU, tetapi ahli anestesi mengatakan, kamar yang tersedia hanya cukup untuk 5.000 pasien. Hingga Senin (9/11), 2.849 tempat tidur ICU telah terisi secara nasional atau naik 100 dari hari sebelumnya.

Pasien coronavirus rata-rata dengan gejala serius, perlu tujuh hingga 10 hari untuk beralih dari infeksi ke rawat inap. Mereka yang dirawat seringkali perlu tinggal selama berminggu-minggu, bahkan saat lebih banyak pasien datang.

Sponsored

Sementara Uwe Janssens, yang mengepalai Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat mengatakan, beberapa daerah perkotaan mencapai tingkat yang membahayakan.

“Ketika kota berpenduduk jutaan tetapi hanya tersisa 80 atau 90 tempat tidur di rumah sakit, maka itu bisa menjadi masa kritis, karena tidak hanya Covid-19 saja, ada juga kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, emboli paru dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dalam dua minggu terakhir, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ICU di Jerman hampir tiga kali lipat, dari 943 menjadi 2.546. Kendati begitu, Janssens mengaku situasi di Jerman lebih baik daripada di Prancis, Belgia, Belanda dan Inggris.

Dia mengatakan Jerman memiliki sekitar 34,5 tempat tidur ICU per 100.000 penduduk, tidak termasuk cadangan darurat. Sedangkan Italia memiliki 10, sementara Prancis memiliki 16.

“Tetapi adanya tempat tidur, ventilator, dan monitor bukan berarti pasien bisa dirawat. Dalam hal perawat dan staf spesialis, Jerman jauh tertinggal,” katanya. “Kami memiliki banyak tempat tidur tetapi kami tidak memiliki cukup staf paramedis untuk mereka,” kata dia.

Sementara Spanyol memiliki batasan yang sama, tetapi kematian akibat coronavirus sudah dalam skala yang belum dilihat Jerman.

“Di satu sisi, petugas kesehatan lelah. Di sisi lain, jumlah orang yang bekerja di garis depan terbatas,” kata Robert Guerri, kepala departemen penyakit menular dan koordinator rawat inap Covid-19 di Rumah Sakit del Mar di Barcelona.

Di negara tetangga Portugal, terdapat 391 pasien coronavirus berada di ICU Portugis pada Senin, ketika negara itu memberlakukan jam malam. Selama minggu terburuk musim semi lalu, di ruang ICU terdapat 271 pasien coronavirus.

Sedangkan di sebagian besar Eropa Timur, yang terhindar dari gelombang mengerikan musim semi lalu, berada dalam posisi yang sama. Hongaria memperingatkan ruang ICU-nya akan kehabisan ruang pada Desember, di bawah skenario kasus terburuk. Padaha; rawat inap di Polandia telah meningkat hingga tiga kali lipat dari tingkat yang terlihat pada musim semi. Akhir bulan lalu, pasukan Pengawal Nasional Amerika dengan pelatihan medis menuju ke Republik Ceko untuk bekerja bersama para dokter di sana.

Kendati begitu, ada beberapa tanda harapan. Belgia, yang secara masih menjadi negara paling terpukul di Eropa dalam hal kasus coronavirus, melihat peningkatan indikasi titik balik dalam krisis setelah penguncian parsial. Penerimaan rumah sakit tampaknya telah mencapai puncaknya pada 3 November, dan turun menjadi sekitar 400 pada Minggu (8/11).

Sempat ada kekhawatiran kapasitas ICU yakni sebanyak 2.000 tempat tidur akan tercapai minggu lalu, tetapi Steven Van Gucht, seorang ahli virologi di kelompok kesehatan pemerintah Sciensano, mengatakan kecepatan positif Covid di sana juga melambat.

“Kereta berkecepatan tinggi ini sedang melambat, setidaknya untuk saat ini,” katanya.

 

Sumber: AP News

Berita Lainnya