sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fatalitas akibat Covid-19 di Brasil salip China

Brasil mencatat total 73.235 kasus positif Covid-19, di mana 5.083 di antaranya meninggal.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 29 Apr 2020 14:19 WIB
Fatalitas akibat Covid-19 di Brasil salip China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Brasil, negara Amerika Selatan yang paling parah terpukul Covid-19, mencatat 5.083 kematian akibat pandemik tersebut. Kabar itu diumumkan oleh kementerian kesehatan pada Selasa (28/4).

Jumlah keseluruhan fatalitas akibat coronavirus jenis baru di Brasil telah melampaui China, tempat pertama virus pertama kali terdeteksi. Per Rabu (29/4), China mencatat 4.633 kasus kematian.

Termasuk angka kematian, Brasil mencatat total 73.235 kasus positif Covid-19, di mana 32.544 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Presiden Jair Bolsonaro berulang kali mengkritik pembatasan sosial yang diterapkan sejumlah gubernur negara bagian untuk mengekang penyebaran coronavirus jenis baru. Dia menilai, pembatasan hanya akan menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan dengan Covid-19 itu sendiri.

Sao Paulo, salah satu wilayah yang paling parah terdampak Covid-19, berencana untuk secara bertahap melanjutkan aktivitas ekonomi mulai 11 Mei.

Rio de Janeiro dan sejumlah wilayah di Negara Bagian Minas Gerais juga mempersiapkan langkah-langkah relaksasi pembatasan sosial.

Bolsonaro diselidiki

Dalam isu berbeda, Mahkamah Agung Brasil mengizinkan penyelidikan terkait dugaan bahwa Presiden Bolsonaro berusaha mengintervensi kinerja polisi. Pihak kepolisian diberi waktu 60 hari untuk menyelidiki masalah ini.

Sponsored

Keputusan tersebut meningkatkan tekanan terhadap Bolsonaro, yang menuai kritik atas penanganan terkait Covid-19 dan krisis ekonomi nasional.

Tuduhan terhadap Bolsonaro dilayangkan oleh Sergio Moro yang pekan lalu mengundurkan diri sebagai menteri kehakiman.

Kepergian Moro menyusul keputusan Bolsonaro untuk mengganti kepala polisi federal Brasil, tindakan yang Moro gambarkan sebagai campur tangan politik dalam ranah yang seharusnya dikontrol kementerian kehakiman.

Dalam sebuah konferensi pers, Moro meyakini bahwa satu-satunya alasan Bolsonaro menunjuk kepala polisi baru adalah karena dia ingin posisi itu dipegang oleh seseorang yang dapat dia pengaruhi.

Bolsonaro menunjuk Direktur Badan Intelijen Brasil (SNI) Alexandre Ramagem sebagai kepala polisi federal yang baru.

Moro membantah telah menandatangani atau bahkan mengetahui pemberitahuan resmi terkait penggantian kepala polisi federal.

Presiden Bolsonaro sendiri menyangkal melakukan kesalahan dan menyebut Moro sebagai seorang pembohong.

"Dia berbicara tentang campur tangan politik saya. Jika saya bisa mencopot menteri dari jabatannya, mengapa saya tidak bisa mengganti kepala polisi federal? Saya tidak perlu meminta izin kepada siapa pun," kata Bolsonaro dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi.

Pada Selasa (28/4), Bolsonaro menunjuk mantan pengacara, Andre Mendonca, sebagai pengganti Moro. (Channel News Asia dan CNN)

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya