sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Festival Indonesia 2020 di Rusia targetkan US$15 juta

Festival Indonesia 2020 di Rusia akan berlangsung pada 31 Juli-2 Agustus. KBRI Moskow berencana menggandeng lebih dari 170 UMKM.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 16 Jan 2020 15:11 WIB
Festival Indonesia 2020 di Rusia targetkan US$15 juta

Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi mengatakan, pada 31 Juli-2 Agustus, KBRI Moskow akan menyelenggarakan Festival Indonesia 2020 di Taman Krasnaya Presnya.

Dubes Wahid menyebut, dalam forum bisnis yang akan diselenggarakan di awal festival, Indonesia menargetkan tercapainya kesepakatan bisnis sebesar US$15 juta.

"Kalau pada 2019, tercapai US$10,7 juta. Tahun ini saya harap bisa sampai US$15 juta," jelas dia dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Kamis (16/1).

Dia menuturkan bahwa kesepakatan bisnis antara kedua negara dapat terjalin di sejumlah bidang seperti produk-produk makanan jadi, garmen, sepatu, hingga produk halal.

Menurutnya, Rusia, yang merupakan rumah bagi 24 juta muslim, merupakan sasaran yang tepat untuk memasarkan produk-produk halal asal Indonesia.

KBRI Moskow menargetkan 135.000 pengunjung pada festival yang akan bertempat di taman seluas 16,5 hektare itu. Dubes Wahid berharap angka itu dapat tercapai karena pada Festival Indonesia 2019, pengunjung hanya menyentuh 117.000 orang.

"Tahun lalu itu karena cuaca dingin, hujan, dan demonstrasi yang menyebabkan jaringan internet diputus, maka pengunjungnya terbilang rendah," ujar dia.

Dalam Festival Indonesia 2020, KBRI Moskow berencana menggandeng lebih dari 170 UMKM Indonesia untuk menjual produk-produk unggulan seperti fesyen, makanan, hingga kerajinan tangan.

Sponsored

"Kalau tahun lalu, ada 177 UMKM yang ikut serta. Mayoritas berasal dari Yogyakarta dan Jakarta," jelas Dubes Wahid.

Melihat hasil nyata dari festival tersebut selama lima tahun masa penyelenggaraannya, Dubes Wahid berharap Festival Indonesia menjadi acara berkelanjutan. Salah satu dampak nyatanya, jelas dia, terkait kunjungan wisatawan asing.

"Pada 2016, saat festival itu pertama kali digelar, jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia sekitar 80.000 orang. Per November 2019, angka itu sudah mencapai 170.000 orang," kata dia. "Artinya ada peningkatan bahkan lebih dari 100%."

Menurut data KBRI Moskow, wisatawan Rusia berada di urutan pertama dari daftar turis asing dengan pengeluaran terbanyak, yakni sekitar US$2.000 per orang.

Dampak lain dari festival tersebut, lanjutnya, merupakan meningkatnya minat belajar Bahasa Indonesia di Rusia.

"Sejak dua tahun lalu, Kazan Federal University bahkan membuka jurusan Bahasa Indonesia," ungkap Dubes Wahid.

FTA dengan EAEU

Untuk menunjang kerja sama ekonomi dan perdagangan, Indonesia dan Rusia sedang menyelesaikan tahap awal dari Memorandum of Cooperation (MoC) terkait Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU).

"Rusia adalah negara dengan pasar 147 juta orang, tapi kalau digabungkan dengan EAEU yang juga mencakup Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kyrgystan, pasarnya menjadi 180 juta orang," tutur Dubes Wahid.

Kedua pihak akan memulai perundingan pada Februari. Dubes Wahid menyebut, Indonesia berharap perjanjian tersebut dapat diteken pada 2022.

"Sebenarnya normalnya itu empat tahun waktu negosiasinya. Tapi Indonesia sampaikan ke Rusia untuk mempercepat alur perundingan dan mereka setuju," tambah dia.

Berita Lainnya