sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Filipina izinkan penggunaan darurat vaksin Pfizer dan BioNTech

FDA Filipina mengeluarkan izin penggunaan darurat dua vaksin Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 15 Jan 2021 16:48 WIB
Filipina izinkan penggunaan darurat vaksin Pfizer dan BioNTech

Food and Drug Administration (FDA) Filipina, Kamis (14/1), telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (EAU) vaksin Covid-19 milik Pfizer dan BioNTech. Hal ini sekaligus membuka jalan penggunaannya di negara yang paling parah terdampak pandemik di Asia Tenggara.

Persetujuan itu menandai tonggak sejarah dalam perjuangan negara Filipina melawan pandemik. Sejauh ini Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 492.000 orang dan menewaskan hampir 10.000 orang.

"FDA hari ini memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech. Diputuskan bahwa semua persyaratan untuk EUA ada dan bahwa manfaat menggunakan vaksin melebihi risiko yang diketahui dan dapat timbul," tutur Direktur Jenderal FDA Eric Domingo dalam konferensi pers virtual.

Domingo mengatakan, vaksin tersebut memenuhi persyaratan Filipina untuk mendapatkan EUA. Secara khusus, bukti dari uji coba klinis menunjukkan vaksin itu efektif untuk mencegah, mendiagnosis, atau mengobati Covid-19.

Dengan keputusan FDA tersebut, maka vaksin Pfizer dapat didistribusikan ke Filipina dalam hitungan minggu.  Pejabat kesehatan menargetkan peluncuran awal pada akhir Februari. Namun, kenyataannya jadwal pemberian vaksin dan jumlah sebenarnya dari dosis yang akan tiba masih belum pasti karena pemerintah belum menyelesaikan kesepakatan pasokan dengan Pfizer.

Pejabat kesehatan Filipina, Carlito Galvez Jr, mengatakan bahwa Pfizer berkomitmen untuk mengirimkan 25-40 juta dosis ke Filipina jika ada kelebihan pasokan dari Amerika Serikat dan negara lain yang telah mendapatkan pesanan sebelumnya.

Pemerintah, lanjut Galvez, akan mengajukan banding kepada Covax pada 15 Januari agar Filipina termasuk di antara negara-negara yang akan diberi porsi dosis. Antara 19-29 Januari, pejabat dari fasilitas Covax juga dijadwalkan untuk memeriksa fasilitas penyimpanan rantai ultra dingin yang diperlukan untuk menjaga kestabilan vaksin Pfizer.

Selain menunjukkan kemanjuran 95%, vaksin Pfizer menawarkan dorongan harapan untuk mengatasi pandemik karena studi pendahuluan menunjukkan bahwa vaksin itu kemungkinan akan tetap efektif melawan mutasi Covid-19.

Sponsored

Keputusan FDAtersebut datang 22 hari setelah pejabat Pfizer mengajukan aplikasi EUA ke badan tersebut. Pfizer adalah yang pertama mengajukan penggunaan darurat di Filipina, diikuti oleh pembuat obat asal Inggris, AstraZeneca.

Setelah batch pertama vaksin Pfizer tiba di negara tersebut, Galvez mengatakan bahwa vaksin tersebut hanya dapat didistribusikan di Metro Manila, Cebu, dan Davao, karena daerah-daerah ini memiliki fasilitas untuk menyimpan vaksin pada suhu -70 derajat Celcius.

Pada November 2020, Pfizer menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengumumkan hasil yang menunjukkan bahwa vaksinnya 95% efektif. Filipina adalah negara terbaru yang mengizinkan penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer, setelah Inggris, AS, Kanada, Arab Saudi, Singapura, Jerman, Australia, dan Israel. (Rappler)

Berita Lainnya