sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gempa magnitudo 6,5 guncang Filipina, 5 orang tewas

Sebelumnya pada Selasa (29/10), gempa magnitudo 6,6 di tempat yang sama menewaskan delapan orang.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 31 Okt 2019 17:16 WIB
Gempa magnitudo 6,5 guncang Filipina, 5 orang tewas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Gempa menggoyang pusat Mindanao di Filipina selatan pada Kamis (31/10), menewaskan sedikitnya lima orang dan merusak sejumlah bangunan. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut lindu bermagnitudo 6,5.

Sebelumnya pada Selasa (29/10), gempa magnitudo 6,6 di tempat yang sama menewaskan delapan orang.

Seorang pejabat setempat mengatakan lima orang di Provinsi Cotabato Utara tewas akibat gempa, termasuk seorang kepala desa yang tertimpa tembok runtuh.

Guncangan yang kuat juga menyebabkan kerusakan serius pada sebuah bangunan kondominium di wilayah selatan Davao City, yang berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat gempa.

Setidaknya delapan orang terluka di gedung itu dan tim penyelamat telah melancarkan operasi pencarian untuk menentukan apakah ada penduduk yang masih terperangkap di dalam bangunan.

Wali Kota Kidapawan City Joseph Evangelista mengatakan bahwa di wilayahnya, sebuah hotel runtuh tetapi tidak ada satu orang pun di dalamnya.

"Semua orang bergegas keluar. Gempa ini sekuat gempa yang sebelumnya," kata Wali Kota Tulunan Reuel Limbungan.

Ratusan keluarga di Mindanao telah menetap di tempat pengungsian karena takut untuk pulang.

Sponsored

USGS awalnya mengatakan gempa itu berkekuatan 6,8 dan menambahkan tidak ada ancaman tsunami. Pusat gempa berada di 33 kilometer timur laut dari Tulunan di Provinsi Catobato, yang terletak di sebelah barat Davao City.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berada di kota asalnya, Davao City, ketika gempa melanda. Juru bicara Duterte, Salvador Panelo, memastikan bahwa sang presiden aman.

Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) mengatakan, gempa pada Kamis dapat dikategorikan sebagai gempa susulan setelah lindu bermagnitudo 6,6 mengguncang Mindanao pada Selasa.

Filipina kerap diguncang gempa karena berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara.

Pascagempa pada Selasa, seorang remaja tewas akibat tertimpa dinding yang runtuh ketika dia mencoba melarikan diri dari sekolahnya. Lindu memicu tanah longsor yang menewaskan empat orang lainnya, sementara seorang pria meninggal akibat tertimpa tembok.

Gempa tersebut menyebabkan setidaknya 50 orang terluka akibat puing-puing bangunan yang jatuh, termasuk sekitar tujuh murid dan seorang guru yang melarikan diri dari sekolah mereka yang ambruk.

Filipina selatan masih menderita akibat gempa magnitudo 6,4 yang melanda kurang dari dua pekan lalu, menewaskan sedikitnya lima orang dan merusak puluhan bangunan.

Salah satu gempa paling mematikan yang menggemparkan Filipina baru-baru ini terjadi pada April, ketika 16 orang tewas akibat tertimpa bangunan roboh di dekat Ibu Kota Manila.  (Channel News Asia)

Berita Lainnya