logo alinea.id logo alinea.id

Golkar: Pernyataan Jokowi bukan menyerang Rusia

Pernyataan Jokowi lebih menekankan pada penyebaran informasi bohong yang identik dilakukan konsultan politik Rusia.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 05 Feb 2019 08:24 WIB
Golkar: Pernyataan Jokowi bukan menyerang Rusia

Pernyataan calon presiden (capres) Joko Widodo yang menyebut "Propaganda Rusia" saat berkampanye di area Tugu Pahlawan di Surabaya, Sabtu (2/2), dinilai tidak mengarah pada Negara Rusia. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pernyataan Jokowi merujuk pada propaganda penyebaran informasi bohong, yang identik dengan cara yang dilakukan konsultan politik Rusia.

"Pernyataan itu konteksnya bukan antarnegara," ujar Airlangga usai melakukan silaturahmi dengan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Senin (4/2) malam. 

Dia menjelaskan, pernyataan Jokowi terkait pada masifnya serangan informasi bohong dan fitnah terhadap capres nomor urut 01 tersebut. Cara penyebaran kebohongan tersebut, identik dengan yang dilakukan konsultan politik Rusia.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan serangan kebohongan dan fitnah terhadap Jokowi saat ini, memang mirip dengan teknik Propaganda Rusia atau strategi firehose of falsehood. Menurutnya, strategi ini juga dilakukan dalam Pilpres Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

Di AS, Donald Trump yang memakai propaganda ini dengan mengangkat tema Make America Great Again. Di Indonesia, hal yang sama juga dilakukan, yang menurut Ace menjadi indikasi penjiplakan propaganda Trump di Indonesia.

"Tema yang sama juga berkali-kali dengan gunakan propaganda yang sama Make Indonesia Great Again," ujarnya.

Ace mengatakan, tindakan Jokowi membongkar strategi propaganda ala Rusia tersebut, dilakukan untuk mengingatkan rakyat. Menurutnya, Jokowi tak mau rakyat tertipu dengan propaganda seperti itu.

Sponsored

"Selain itu, Pak Jokowi memberi peringatan terhadap bahaya penggunaan propaganda seperti ini, karena bisa memecah belah dan mengadu domba rakyat," katanya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Indonesia merespons pernyataan Jokowi tersebut. Melalui akun Twitter resminya, Kedubes Rusia menyatakan mereka tidak melakukan campur tangan terhadap urusan dalam negeri Indonesia.

"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," tulis Kedubes Rusia dalam cuitan itu. (Ant)