sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gubernur Tokyo desak warga berakhir pekan di rumah

Jepang mencatat lebih dari 2.000 kasus positif coronavirus jenis baru, termasuk di antaranya 55 kematian.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 26 Mar 2020 11:26 WIB
Gubernur Tokyo desak warga berakhir pekan di rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta penduduk untuk tetap di rumah masing-masing pada akhir pekan ini demi menghindari ledakan penularan Covid-19 menyusul kenaikan jumlah kasus infeksi lokal.

"Kami mendesak orang-orang dengan segala cara untuk tidak keluar akhir pekan ini jika tidak ada kegiatan yang penting," kata Koike dalam konferensi pers pada Rabu (25/3) malam.

Tokyo, kota berpopulasi 13 juta orang, melaporkan 41 kasus infeksi baru coronavirus pada Rabu. Angka itu merupakan jumlah harian terbesar dan lebih dari dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan pada hari sebelumnya.

Secara total, Tokyo telah melaporkan 212 kasus positif Covid-19, melampaui Hokkaido yang sebelumnya disebut sebagai wilayah paling terdampak coronavirus di Jepang. Hokkaido sendiri telah melaporkan 167 kasus coronavirus dan tujuh kematian.

Jepang mencatat lebih dari 2.000 kasus positif coronavirus jenis baru, termasuk di antaranya 55 kematian dan lebih dari 900 pasien yang dinyatakan sembuh.

Koike juga mendorong warga Tokyo untuk bekerja dari rumah dan menghindari makan di restoran pada malam hari. Dia menambahkan, otoritas setempat akan membatalkan semua acara publik berskala besar hingga 12 April.

"Sejak pekan ini, muncul kekhawatiran yang meningkat mengenai potensi ledakan infeksi," ujar Koike.

Dia menyatakan, pemerintah Tokyo mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih ketat jika peningkatan kasus infeksi baru tidak dapat diatasi. Kementerian Kesehatan Jepang memperkirakan jumlah kasus di Tokyo dapat meningkat menjadi sekitar 580 pada 8 April.

Sponsored

Meskipun jumlah kasus positif Covid-19 di Jepang relatif rendah, ada kekhawatiran bahwa orang yang baru kembali dari luar negeri dapat memicu gelombang infeksi baru.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Jepang telah mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak. Saran ini berlaku bagi semua negara, terlepas dari seberapa parah mereka terdampak coronavirus. (The Guardian)

Berita Lainnya