sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gulingkan Muyiddin, Anwar Ibrahim 'pepet' Raja Malaysia

Iklim politik Malaysia memanas di tengah pandemi Covid-19.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Rabu, 23 Sep 2020 22:04 WIB
Gulingkan Muyiddin, Anwar Ibrahim 'pepet' Raja Malaysia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim pada Rabu (23/9) mengklaim telah mendapat dukungan mayoritas dari anggota parlemen Malaysia untuk menggulingkan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin dan membentuk pemerintahan baru.

Iklim politik di Malaysia kian memanas seiring memburuknya kondisi ekonomi, aktivitas ekspor terpukul, plus jatuhnya ringgit dan saham yang dihantam pandemi Covid-19.

Pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR) itu terus melakukan manuver politik dengan meminta audiensi dengan Raja Malaysia, Sultan Abdullah, untuk meyakinkan bahwa dia memiliki dukungan yang cukup untuk membentuk pemerintahan baru.

“Kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, enam (kursi), saya berbicara tentang lebih dari itu,” kata Anwar.

Anwar mengaku meraup dukungan mayoritas di parlemen. Bahkan, mengklaim mendapat dukungan dari beberapa anggota parlemen dari koalisi Muhyiddin.

Sayangnya, pihak kerajaan menangguhkan agenda pertemuan tersebut dengan alasan kesehatan Sultan Abdullah.

Datuk Pengelola Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin menginformasikan bahwa Sultan Abdullah sedang menjalani perawatan di bawah pengawasan pakar pengobatan di Institut Jantung Negara (IJN).

"Sultan Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Daim Zainuddin, para anggota menteri-menteri kabinet dan individu-individu termasuk Anwar yang mendoakan kesejahteraannya," katanya.

Sponsored

Sementara PM Muhyiddin menepis klaim-klaim Anwar Ibrahim dengan menegaskan bahwa pemerintah Perikatan Nasional tetap teguh.

"Saya adalah Perdana Menteri yang sah," tegasnya.

Untuk diketahui, Muhyiddin dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Maret 2020. Dia merupakan politikus senior di Malaysia dan pernah menjabat sebagai menteri di kabinet di era Mahathir, Najib Razak, dan Abdullah Badawi.

Sedangakan Anwar Ibrahim merupakan politikus Malaysia yang pernah menjabat sebagai mantan wakil perdana menteri periode 1993-1998, saat ia menjadi anggota Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai besar dalam koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa saat itu.

Pria usia 73 tahun ini juga telah dua kali menjabat sebagai pemimpin oposisi ke-12 dan ke-16 sejak Mei 2020 dan dari Agustus 2008 hingga Maret 2015.

Saat ini Anwar menjabat sebagai Presiden ke-2 Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan pemimpin Pakatan Harapan (PH) koalisi oposisi. Anwar juga merupakan Anggota Parlemen (MP) untuk Port Dickson sejak 2018. (Reuters)

Berita Lainnya