sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hong Kong minta warga tak cium hewan peliharaan

Seekor anjing jenis Pomeranian di Hong Kong dinyatakan "positif tapi lemah" coronavirus jenis baru.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 05 Mar 2020 19:23 WIB
Hong Kong minta warga tak cium hewan peliharaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Pihak berwenang Hong Kong memperingatkan orang-orang untuk tidak mencium hewan peliharaan mereka. Warga kota itu diminta pula untuk tidak panik setelah seekor anjing positif coronavirus jenis baru.

Mengutip sejumlah ahli kesehatan, Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong (AFCD) menyatakan bahwa anjing jenis pomeranian tersebut dinyatakan "positif tapi lemah" dan kemungkinan merupakan kasus pertama penularan terhadap hewan.

"Pemilik hewan peliharaan tidak perlu terlalu khawatir. Selain itu, dalam keadaan apa pun, mereka tidak boleh menelantarkan hewan peliharaan mereka," tutur AFCD dalam pernyataannya. "Sangat disarankan untuk tidak mencium hewan peliharaan serta menjaga agar lingkungan rumah higienis."

Lebih lanjut, pemilik hewan peliharaan diingatkan untuk menjaga kebersihan pribadi, termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah bepergian ke luar rumah, serta setelah memegang hewan atau makanan hewan.

AFCD menekankan bahwa orang yang sakit harus membatasi kontak dengan hewan peliharaannya.

"Jika ada perubahan kondisi kesehatan hewan peliharaan, segera periksa ke dokter hewan," jelas mereka.

Para ahli medis, termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menyelidiki kasus tersebut untuk menentukan apakah anjing pomeranian itu benar-benar terinfeksi. WHO mengatakan, sejauh ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat tertular coronavirus jenis baru.

Pomeranian tersebut pertama kali diuji pada 26 Februari dan hasil tes pada hari berikutnya menunjukkan bahwa hewan tersebut "positif tapi lemah" terhadap coronavirus jenis baru. Setelah menjalani tes pada 28 Februari dan 2 Maret, anjing itu kembali mendapat hasil yang sama.

Sponsored

Anjing itu kini berada dalam karantina dan akan terus menjalani tes kesehatan sampai dinyatakan negatif coronavirus. Setelah terbukti negatif, anjing tersebut baru dapat dikembalikan kepada pemiliknya. 

Sejauh ini, Hong Kong mendeteksi 105 kasus infeksi coronavirus jenis baru dengan dua kematian. (Associated Press dan The Guardian)

Berita Lainnya