sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Houthi serang bandara di Arab Saudi, satu orang tewas

Serangan oleh kelompok Houthi ke bandara sipil di Abha, Arab Saudi, terjadi pada Minggu (23/6).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 24 Jun 2019 09:38 WIB
Houthi serang bandara di Arab Saudi, satu orang tewas

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan ke bandara sipil Abha di Arab Saudi selatan pada Minggu (23/6). Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok itu di Yaman mengatakan, peristiwa ini menewaskan satu orang dan melukai 21 lainnya.

TV Al-Masirah yang dikelola Houthi sebelumnya menyebutkan bahwa kelompok itu telah menargetkan bandara Abha dan Jizan di selatan Arab Saudi dengan serangan drone.

"Sebuah serangan teroris oleh milisi Houthi yang didukung Iran menargetkan bandara Abha, menewaskan seorang warga Suriah dan melukai 21 warga sipil," sebut koalisi lewat sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, koalisi tidak mengonfirmasi serangan di bandara Jizan.

TV milik Arab Saudi, Al Arabiya, mengatakan sebuah pesawat tanpa awak diduga menghantam tempat parkir di bandara Abha, yang berjarak sekitar 200 km dari utara perbatasan Yaman dan melayani rute domestik serta regional.

Disampaikan pula bahwa aktivitas penerbangan di bandara tersebut telah berlangsung normal.

Ini bukan kali pertama rudal Houthi menghantam Abha. Pada awal bulan ini peristiwa serupa juga terjadi dan melukai 26 orang.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat melakukan intervensi di Yaman pada 2015. Mereka mengklaimnya sebagai upaya untuk memulihkan pemerintah sah yang digulingkan oleh Houthi pada akhir 2014.

Sponsored

Kelompok Houthi sendiri telah meningkatkan serangan rudal dan drone ke sejumlah kota di Arab Saudi pada bulan lalu di tengah eskalasi ketegangan Iran dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.

Riyadh sejak lama menuduh Iran memasok senjata ke kelompok Houthi, salah satunya yang digunakan dalam serangan pada 13 Juni ke bandara Abha. Teheran dan Houthi membantah tuduhan tersebut. 

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat dalam pernyataan bersama yang dirilis Kedubes Arab Saudi di Washington pada Minggu menyuarakan keprihatinan atas eskalasi serangan Houthi.

Kuartet itu juga menyatakan keprihatinan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas destabilisasi Iran terhadap perdamaian dan keamanan baik di Yaman maupun wilayah yang lebih luas. Mereka menyinggung serangan terhadap tanker minyak di Teluk.

Iran sudah membantah terlibat dalam serangan tanker tersebut. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Meningkatkan kekerasan di Yaman telah mengancam kesepakatan yang disponsori PBB atas gencatan senjata dan penarikan pasukan dari Hodeidah. Pelabuhan di Hodeidah menjadi fokus perang tahun lalu ketika koalisi berusaha merebutnya. Itu merupakan jalur utama pasokan Houthi serta jalur kehidupan bagi jutaan warga Yaman. 

Pernyataan kuartet itu meminta semua pihak dalam perang Yaman untuk terlibat secara konstruktif dengan utusan khusus Amerika Serikat Martin Griffiths demi mempercepat implementasi perjanjian.

Kesepakatan yang dicapai lewat pembicaraan damai di Swedia Desember lalu, telah terhenti selama berbulan-bulan sebelum Houthi secara sepihak menarik diri dari tiga pelabuhan Laut Merah di Hodeidah. Aliansi yang dipimpin Arab Saudi belum memverifikasi pemindahan atau menarik pasukan pro-koalisi yang berkumpul di pinggiran Hodeidah.

Sumber : Reuters