sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Huawei PHK lebih dari 600 karyawan di Amerika Serikat

PHK yang diumumkan pada Selasa (23/7) itu dilakukan di Futurewei, fasilitas riset dan pengembangan (R&D) Huawei yang berbasis di AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 24 Jul 2019 16:50 WIB
Huawei PHK lebih dari 600 karyawan di Amerika Serikat

Huawei memberhentikan lebih dari 600 pekerjanya di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan selagi raksasa teknologi China itu menghadapi kesulitan akibat pembatasan-pembatasan yang diterapkan pemerintahan Donald Trump terhadap perusahaannya.

PHK yang diumumkan pada Selasa (23/7) itu dilakukan di Futurewei, fasilitas riset dan pengembangan (R&D) Huawei yang berbasis di AS. Perusahaan mengatakan pemecatan itu terjadi akibat pembatasan operasi bisnis oleh kebijakan pemerintah AS.

"Keputusan seperti ini tidak mudah untuk diambil," kata Huawei dalam pernyataannya. "Futurewei akan terus beroperasi dengan kepatuhan ketat pada hukum dan peraturan AS."

Sebelumnya Huawei pernah memperingatkan bahwa tekanan yang diberikan oleh pemerintahan Trump akan berimbas pada PHK karyawan perusahaan itu di AS.

"Mengingat kerentanan AS di bidang dunia maya, saya pikir pemerintah berupaya keras untuk membuat negeri ini aman, tapi mereka melangkah terlalu jauh," jelas Kepala Petugas Keamanan Huawei Andy Purdy. "Jika kami dipaksa pergi, kami akan baik-baik saja. Tapi dalam jangka panjang, saya tidak tahu apakah Huawei akan kembali dan menurut saya yang akan rugi adalah Amerika."

Pada Mei, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan peralatan telekomunikasi dari sumber-sumber yang oleh pemerintah dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. 

Tindakan itu secara langsung menargetkan China dan Huawei, perusahaan terdepan dalam teknologi 5G dan bisnis global yang memiliki pendapatan lebih dari US$100 miliar. Trump kemudian mengatakan akan meringankan pembatasan terhadap Huawei, tetapi hingga kini rinciannya masih belum jelas.

Menurut Wall Street Journal, akibat larangan itu, karyawan Futurewei tidak dapat berkomunikasi dengan rekan kerja mereka di markas Huawei di China. Futurewei memiliki kantor cabang di Dallas, Silicon Valley dan di sejumlah kota di AS lainnya.

Sponsored

Kehadiran Huawei tidak begitu besar di Negeri Paman Sam, tetapi perusahaan itu merupakan satu-satunya penyedia peralatan jaringan untuk sebagian besar penyedia layanan internet di wilayah pedesaan AS.

Kebijakan AS terhadap Huawei mengakibatkan perusahaan merugi. Huawei baru-baru ini mengatakan selama beberapa tahun ke depan, pendapatan mereka akan turun sekitar US$30 miliar dibandingkan dengan perkiraan awal.

"Dalam dua tahun ke depan, saya pikir Huawei akan mengurangi kapasitas, serta pendapatan kami akan turun sekitar US$30 miliar dibandingkan dengan perkiraan," tutur CEO Huawei Ren Zhengfei dalam diskusi panel di kantor pusat Huawei di Shenzhen, China, pada Juni.

Sumber : CNN

Berita Lainnya