sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hubungan renggang, penjualan mobil Jepang turun di Korea Selatan

Penurunan terjadi meski ada peningkatan penjualan mobil asing secara keseluruhan di Korea Selatan bulan lalu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 04 Okt 2019 18:01 WIB
Hubungan renggang, penjualan mobil Jepang turun di Korea Selatan

Penjualan mobil pabrikan Jepang di Korea Selatan kembali turun bulan lalu menyusul pertikaian dagang antara kedua negara yang terus membara. Penjualan Toyota merosot 62% pada September dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara Nissan dan Honda juga mengalami penurunan penjualan.

"Kami percaya bahwa penurunan volume penjualan telah dipengaruhi oleh relasi Jepang-Korea akhir-akhir ini," ujar juru bicara Toyota.

Penurunan terjadi meski ada peningkatan penjualan mobil asing secara keseluruhan di Korea Selatan bulan lalu. Asosiasi importir dan distributor mobil Korea Selatan menuturkan bahwa bulan lalu penjualan kendaraan roda empat naik 17%.

Menurut kantor berita Yonhap, data dari kelompok industri otomotif yang dirilis pada Jumat menunjukkan total penjualan Toyota, Honda dan Nissan anjlok 74% pada September dibanding tahun sebelumnya.

Ketegangan antara kedua negara telah memicu boikot sejumlah barang Jepang di Korea Selatan. Konsumen disebut telah bereaksi atas pertikaian antara Seoul dan Tokyo, yang telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir dari perseteruan diplomatik menjadi perang dagang.

Perselisihan berkobar pada Juli ketika Jepang memperketat kontrol pada ekspor Korea Selatan, menargetkan material yang digunakan dalam chip memori dan layar tampilan gawai yang penting bagi perusahaan, seperti Samsung.

Kedua negara kemudian saling menyingkirkan satu sama lain dari daftar mitra dagang tepercaya.

Pemicu ketegangan

Sponsored

Pertikaian dagang Seoul-Tokyo dipicu oleh ketegangan diplomatik atas kompensasi bagi tenaga kerja Korea Selatan semasa pendudukan Jepang.

Tahun lalu, pengadilan Korea Selatan memerintahkan agar perusahaan-perusahaan Jepang membayar kompensasi kepada tenaga kerja paksa. Keputusan pengadilan tersebut membuat berang Jepang yang berpendapat bahwa perselisihan soal itu telah diselesaikan pada 1965 ketika keduanya menormalisasi hubungan.

Imbas dari ketegangan ini, Korea Selatan juga telah mengakhiri pakta berbagi intelijen militer dengan Jepang.

Sumber : BBC