logo alinea.id logo alinea.id

Hujan es guyur sejumlah kota di India

Hujan es membawa kegembiraan bagi sejumlah warga warga, tetapi mengganggu lalu lintas dan penerbangan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 08 Feb 2019 16:46 WIB
Hujan es guyur sejumlah kota di India

Guyuran hujan es pada Kamis (7/2) malam menjadikan sebagian wilayah Delhi dan National Capital Region (NCR) diselimuti salju.

Hujan es membawa kegembiraan bagi sejumlah warga warga, tetapi mengganggu lalu lintas dan penerbangan.

Warga tidak menyangka akan disambut dengan pemandangan yang tidak biasa saat wilayah mereka ditutupi oleh hujan es, dan secara bertahap melihat suhu minimum naik hingga 15 derajat Celcius pada siang hari, enam derajat di atas suhu normal.

Departemen Meteorologi India (IMD) menyatakan hujan es tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

"Hujan es bukanlah kejadian yang aneh untuk masa-masa seperti ini," tutur Kepala Regional IMD B. P. Yadav. "Akan tetapi, sejumlah faktor membuatnya separah ini. Ada pertemuan angin yang datang dari Teluk Benggala dan Laut Arab yang bertemu di India bagian utara," imbuhnya.

Dia menambahkan, "Pada saat yang sama, ada angin kencang yang melewati dataran utara dan membantu dalam pembentukan awan di tingkat bawah."

Angin dingin dan suhu rendah, ditambah dengan Western Disturbance yang membawa hujan di India utara, menghasilkan petir dan hujan es.

Western Disturbance adalah badai ekstratropis yang berasal dari wilayah Mediterania yang membawa hujan musim dingin tiba-tiba ke bagian barat laut anak benua India.

Sponsored

IMD memperkirakan hujan mengguyur hingga Kamis malam dan cuaca akan membaik pada Jumat (8/2) siang.

Suhu maksimal di Delhi pada Kamis adalah 19,1 derajat Celcius, empat derajat di bawah normal untuk musim ini. Curah hujan di ibu kota mencapai 4,8 milimeter pada pukul 20.30. 

Sedangkan di wilayah Palam, Lodhi Road, dan Ridge curah hujan masing-masing tercatat 3,2 milimeter, 3,8 milimeter, dan 3,4 milimeter.

Tingkat kelembapan selama 24 jam terakhir berkisar di 89% hingga 100%.

Hujan lebat itu membantu memperbaiki kualitas udara Delhi menjadi 'sedang', dengan Air Quality Index yang kini berada di angka 176.

"Pengaruh Western Disturbance, hujan yang tersebar, dan kecepatan angin yang tinggi secara signifikan meningkatkan kualitas udara," jelas Layanan Informasi Kualitas Udara (SAFAR).

Pada Sabtu (9/2), kualitas udara diharapkan akan tetap di tingkat 'sedang', tetapi SAFAR memperkirakan setelah kecepatan angin berkurang, kualitas udara pun akan memburuk.

Badan-badan peneliti cuaca menduga sejumlah kawasan akan diselimuti kabut selama beberapa hari ke depan. IMD memprediksi akan ada kabut yang dangkal diikuti dengan langit cerah pada Jumat.

"Suhu maksimal mungkin dapat menyentuh 19 derajat Celcius, sedangkan suhu minimum sekitar 10 derajat Celcius. Pada Sabtu, suhu minimum dapat jatuh hingga tujuh derajat Celcius."

Hujan es yang menghantam wilayah di ibu kota membuat warga terkejut. Twitter dibanjiri dengan foto dan rekaman video yang meliputi hujan es.

Orang-orang pun mulai mengunggah reaksi mereka ke Twitter, membuat tren tagar #DelhiRains.

Pengguna Twitter dengan nama @zafarabbaszaidi mengatakan bahwa Delhi dan NCR bersenang-senang akibat hujan es.

Warga lain juga terlihat menikmati hujan es itu, mengunggah foto dirinya yang duduk di tanah berselimut salju.

Sabique, seorang pengguna Twitter asal Delhi, mengungkapkan kegembiraannya karena hujan es yang membuat jalan-jalan tertutup salju. (Times of India)