logo alinea.id logo alinea.id

Hujan lebat melanda Jepang dan India, 43 orang tewas

43 orang tewas akibat hujan lebat yang mengguyur negara bagian Maharashtra di India barat.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 03 Jul 2019 19:12 WIB
Hujan lebat melanda Jepang dan India, 43 orang tewas

Jepang memerintahkan lebih dari satu juta orang di Pulau Kyushu untuk berlindung di pusat-pusat evakuasi dan daerah aman lainnya pada Rabu (3/7), ketika hujan lebat mengancam terjadinya tanah longsor.

Kantor berita NHK melaporkan bahwa curah hujan di beberapa bagian di Kyushu mencapai 1.000 mm sejak Jumat (28/7). Jumlah tersebut biasanya tercapai sepanjang Juli. 

Para peramal cuaca memperkirakan hujan lebat dengan curah 300 mm akan terus melanda sejumlah daerah di Kyushu hingga Kamis (4/7) sore.

Perintah evakuasi dikeluarkan bagi 1,02 juta penduduk Prefektur Kagoshima dan Miyazaki di selatan Kyushu. Namun, belum ada data yang menyebut berapa banyak yang benar-benar sudah dievakuasi.

"Saya tinggal sendirian di pinggiran sungai, dan menakutkan untuk membayangkan air akan meluap," ungkap seorang wanita di pusat evakuasi kepada NHK dan yang lain mengatakan bahwa volume hujan yang turun mengerikan.

Tayangan televisi menunjukkan sungai-sungai dipenuhi air cokelat yang bergerak cepat, tetapi hingga Rabu malam belum ada yang dilaporkan meluap. Satu tanggul dilaporkan rusak.

Sejumlah tanah longsor skala kecil dilaporkan terjadi, termasuk satu yang menimbun dua mobil. Sejauh ini tidak ada yang mengalami cedera.

Di Tokyo, Perdana Menteri Shinzo Abe memperingatkan warga untuk mengambil langkah-langkah yang melindungi kehidupan mereka, termasuk evakuasi dini. Dia memerintahkan militer untuk mempersiapkan operator penyelamatan.

Sponsored

Juli tahun lalu, Abe dikritik atas respons lambat pemerintah ketika hujan lebat yang memicu tanah longsor dan banjir menewaskan lebih dari 200 orang.

43 orang tewas di India

Setidaknya 43 orang tewas dan 17 lainnya dilaporkan hilang saat hujan lebat terus mengguyur negara bagian Maharashtra di India barat.

Menurut pihak berwenang, tujuh orang tewas setelah bendungan jebol pada Selasa malam, menghanyutkan rumah-rumah di Ratnagiri, distrik pantai di Maharashtra.

"Tujuh desa telah sepenuhnya terendam air dan tim penyelamat telah memindahkan penduduk yang tinggal di desa-desa tersebut ke tempat-tempat yang lebih aman," ungkap komandan Pasukan Respons Bencana Nasional Anupam Srivastava.

Hujan lebat membuat Mumbai bak kota mati pada Selasa, dengan jalan-jalan dipenuhi genangan air keruh, mengganggu operasional sekolah, pemerintah dan transportasi.

Juru bicara otoritas sipil Mumbai pada Rabu menerangkan bahwa 24 orang tewas setelah tembok penahan runtuh pada Selasa di pemukiman di pinggiran utara Mumbai, Malad. Juru bicara manajemen bencana Tanaji Kamble menyatakan, tiga orang tewas tenggelam di Malad.

Insiden robohnya dinding sebuah perguruan tinggi di distrik Pune pada Selasa pagi menewaskan enam pekerja konstruksi.

"Di distrik Thane, tepat di luar Mumbai, tembok sebuah sekolah roboh menimpa rumah-rumah sementara, menewaskan tiga orang," ungkap Prasad Thakur, seorang juru bicara badan kota setempat.

Pemerintah lokal Mumbai mengumumkan Selasa sebagai hari libur umum karena pusat keuangan itu terus dilanda hujan deras. Angkatan Laut India mengerahkan tim-tim di kota itu untuk memberikan bantuan kepada warga Mumbai atau yang dikenal pula dengan sebutan Mumbaikar.

Landasan pacu utama bandara Mumbai ditutup pada Selasa setelah sebuah pesawat tergelincir. Beberapa layanan kereta api juga dibatalkan atau ditangguhkan.

Di Kurla, 1.000 orang diungsikan saat Sungai Mithi meluap.

Meskipun Mumbai mengalami musim hujan setiap tahun, hujan pada Senin dan Selasa adalah yang terlebat dalam lebih dari satu dekade.

"Dalam 24 jam yang berakhir pada Selasa pagi, curah hujam di Mumbai 375,2 mm. Itu merupakan yang tertinggi dalam periode 24 jam sejak 2005, ketika Mumbai menerima 940 mm curah hujan dalam waktu 24 jam," ungkap K.S. Hosalikar, wakil direktur jenderal di unit Mumbai, Departemen Meteorologi India. "Meskipun musim hujan diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan, itu tidak diharapkan berlangsung intens." (Reuters dan CNN)