logo alinea.id logo alinea.id

Identitas perempuan tewas di Malaysia belum terkonfirmasi WNI

Jasad perempuan yang diduga WNI ditemukan berlumuran darah dengan luka sayat di leher.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Jul 2019 17:22 WIB
Identitas perempuan tewas di Malaysia belum terkonfirmasi WNI

Plt. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan bahwa KBRI Kuala Lumpur sedang menunggu proses penyelidikan polisi Malaysia untuk memverifikasi jasad seorang perempuan yang diduga WNI.

"KBRI Kuala Lumpur masih menunggu proses penyelidikan polisi termasuk informasi dan dokumen yang diperlukan untuk verifikasi kewarganegaraan korban," jelas Judha kepada Alinea.id, Selasa (16/7).

Dilansir Malay Mail, Kepala Kepolisian Distrik Kuala Langat Azizan Tukiman mengatakan polisi menemukan mayat dua orang asing di rumah kontrakan di Banting, Kuala Langat, Malaysia, pada Senin (8/7).

Azizan menyatakan, jasad lelaki yang diyakini warga India itu ditemukan tergantung di dalam rumah. Sementara jasad seorang perempuan ditemukan berlumuran darah dengan luka sayat di leher.

Dia menambahkan, kedua korban tidak memiliki dokumen identifikasi dan penyelidikan awal menemukan tidak ada jejak bahwa rumah itu dibobol karena pintu depan dikunci dari dalam.

Dalam pernyataan Kepolisian Republik Indonesia yang diterima Alinea.id disebutkan bahwa polisi Malaysia mengatakan, berdasarkan keterangan sementara atasan kedua korban, perempuan terduga WNI itu bernama Linda.

Kedua korban diketahui sama-sama bekerja di sebuah kebun sirih di wilayah Banting.

Sejauh ini polisi Malaysia hanya mampu menggali keterangan dari atasan Linda. Sementara itu, belum ada alat bukti lain yang dapat mengonfirmasi wanita itu merupakan WNI.

Sponsored

Pada Jumat (12/7), Satgas Perlindungan Perwakilan Terpadu KBRI Kuala Lumpur telah menghubungi Polisi Daerah (IPD) Kuala Langat dan berbicara dengan pejabat kepolisian, Ridwan, selaku penyidik kasus pembunuhan tersebut.

"Berdasarkan hasil post mortem Rumah Sakit Banting pada Selasa (9/7), diyakini penyebab kematian perempuan tersebut adalah karena luka sayat pada leher dan mayat laki-laki India meninggal karena gantung diri," jelas pernyataan tersebut.

Menurut Polri, polisi Malaysia masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil laboratorium dari Jabatan Kimia Malaysia.