logo alinea.id logo alinea.id

Imbas shutdown, Trump jamu tamu dengan junk food

Trump mengeluh bahwa shutdown telah memicu berkurangnya staf katering di Gedung Putih sampai dia harus memesan junk food.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 15 Jan 2019 14:28 WIB
Imbas shutdown, Trump jamu tamu dengan junk food

Donald Trump mengadakan pesta makanan cepat saji di Gedung Putih. Dia menyalahkan kurangnya staf katering di tengah penutupan pemerintahan atau government shutdown.

Trump menyambut pemenang kejuaraan sepakbola perguruan tinggi nasional, Clemson Tigers, dengan sekitar 300 burger, kentang goreng, dan piza. 

"Karena shutdown ... Kami memesan makanan cepat saji Amerika dan saya yang membayarnya," ungkap Trump kepada awak media pada Senin (14/1).

 

Banyak lembaga pemerintahan federal tidak beroperasi karena shutdown.

Penutupan pemerintahan telah memengaruhi sekitar 800.000 pekerja sektor publik, termasuk staf di Gedung Putih, yang telah cuti atau bekerja tanpa upah selama 24 hari.

Sponsored

Presiden Trump menolak untuk menyetujui RUU belanja negara kecuali jika itu termasuk dana senilai US$5,7 miliar bagi pembangunan dinding perbatasan dengan Meksiko. Namun, Demokrat menolak permintaan Trump.

Sekitar seperempat dari lembaga pemerintah akan tetap ditutup dan sejumlah pekerja seperti pengawas lalu lintas udara serta agen Dinas Rahasia akan terus bekerja tanpa upah sampai anggaran belanja negara disetujui.

"Kami punya piza, 300 hamburger, kentang goreng yang banyak. Pokoknya, seluruh makanan favorit kami," tutur Trump. 

Ketika diminta untuk menyebutkan makanan cepat saji yang menjadi favoritnya, Trump mengatakan bahwa dia menyukai semuanya.

"Selama punya AS, saya suka. Ini semuanya produk AS," kata presiden ke-45 AS tersebut.

Tidak jelas berapa banyak uang yang harus dikeluarkan Trump untuk membiayai makanan cepat saji tersebut. Namun, yang pasti Trump menuturkan bahwa dia tidak ingin menunda pesta hanya karena shutdown.

Sebelumnya, pada hari yang sama, di hadapa para petani di sebuah konvensi di New Orleans, Trump menegaskan bahwa dia akan terus berjuang untuk mendapat pendanaan bagi pembangunan dinding perbatasan yang merupakan salah satu janji kampanyenya dalam Pilpres 2016.

"Ketika itu menyangkut dengan kepentingan untuk menjaga rakyat AS, saya tidak akan pernah mundur," ujar suami Melania Trump itu.

Di hari yang sama pula, Pentagon mengumumkan akan memperluas misi militernya di sepanjang perbatasan dengan Meksiko hingga akhir September.

Ribuan tentara ditempatkan di wilayah itu pada November 2018 untuk misi yang pada awalnya dimaksudkan berakhir pada Desember. Misi telah diperpanjang dua kali menyusul permintaan dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

Sumber : BBC