sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

India apresiasi bantuan 80 ton oksigen dari Arab Saudi

Kiriman oksigen tersebut dimaksudkan untuk membantu India menghadapi krisis pandemik Covid-19 di negaranya.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 27 Apr 2021 12:11 WIB
India apresiasi bantuan 80 ton oksigen dari Arab Saudi

Arab Saudi telah mengirimkan 80 ton oksigen cair ke India saat negara itu menghadapi krisis medis di tengah lonjakan kasus virus korona baru-baru ini.

"Hubungan kami dengan Arab Saudi sangat kuat. Kami adalah mitra strategis dan saling peduli satu sama lain," tutur Duta Besar India untuk Arab Saudi Ausaf Sayeed.

India mencatat rekor global baru untuk kasus harian infeksi Covid-19 untuk hari keempat berturut-turut setelah kasus melonjak 349.691 selama 24 jam terakhir.

"Karena India sedang mengalami masa-masa sulit dan kekurangan oksigen, kami menghubungi negara-negara sahabat seperti Arab Saudi untuk melihat kemungkinan mengimpor oksigen," kata Sayeed.

Dia mengucapkan terima kasih kepada menteri kesehatan dan perdagangan Arab Saudi, serta pejabat lain yang memfasilitasi prosedur bea cukai yang mendesak agar pengiriman dapat dengan cepat mencapai India.

Pengiriman pasokan tersebut diangkut dengan berkoordinasi dengan Adani Group dan Linde India.

Melalui Dewan Kemitraan Strategis Arab Saudi-India, Sayeed mengatakan bahwa dia akan mendekati Riyadh untuk mengusulkan ekspor reguler oksigen secara bilateral antara kedua negara.

Menyoroti kemitraan India-Arab Saudi dalam memerangi pandemi, dia mengatakan bahwa India telah memasok sekitar lima juta dosis vaksin AstraZeneca bagi Riyadh. 

Sponsored

"Dokter dan staf paramedis India membentuk tulang punggung yang kuat untuk sistem kesehatan di Arab Saudi," tutur Sayeed. "Mereka semua memainkan peran penting, karena mereka tersebar di berbagai bagian di Arab Saudi dan di daerah yang sangat terpencil."

Sayeed juga berterima kasih kepada Arab Saudi karena menawarkan vaksinasi gratis kepada warganya.

Menurut laporan Reuters, rumah sakit di New Delhi dan di seluruh India menolak pasien setelah kehabisan oksigen dan tempat tidur.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak semua warga di India untuk menerima vaksinasi dan berhati-hati. Dia menyatakan, "badai" pandemik Covid-19 tengah mengguncang negara itu.

Komisi Eropa juga mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa dan berupaya mengirim oksigen dan obat-obatan ke India setelah menerima permintaan dari pemerintah India.

"Khawatir dengan situasi pandemik di India, kami siap untuk mendukung," kata Presiden Ursula von der Leyen pada Minggu (25/4).

India juga mulai menerbangkan tangki yang berisi oksigen dari Singapura untuk memenuhi permintaan gas yang menyelamatkan jiwa.

Sumber : Arab News

Berita Lainnya