sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

India catat rekor fatalitas harian tertinggi akibat Covid-19

WHO menyatakan India menyumbang 46% dari kasus global dan 25% kematian global yang dilaporkan dalam sepekan terakhir.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 05 Mei 2021 17:57 WIB
India catat rekor fatalitas harian tertinggi akibat Covid-19

India menyumbang hampir setengah dari kasus Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia pekan lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (5/5) mengatakan negara tersebut mencatat kematian tertinggi selama 24 jam terakhir dengan 3.780 kasus.

Dalam laporan mingguannya, WHO menyatakan India menyumbang 46% dari kasus global dan 25% kematian global yang dilaporkan dalam sepekan terakhir.

Kasus infeksi harian di negara itu naik menjadi 382.315 pada Rabu. Ini merupakan hari ke-14 berturut-turut di mana India mencatat lebih dari 300.000 kasus.

Gelombang kedua Covid-19 yang mematikan di India telah menyebabkan rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen, serta membuat kamar mayat dan krematorium yang meluap. Banyak orang meninggal di ambulans dan tempat parkir mobil menunggu mendapatkan tempat tidur atau oksigen.

Pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua pandemi. 

Festival keagamaan dan demonstrasi politik telah dihadiri oleh puluhan ribu orang, diduga menjadi penyebab utama meluasnya penyebaran virus.

"Kami membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab dan kami tidak memilikinya. Kami kehabisan udara. Kami sekarat," tulis penulis India, Arundhati Roy, dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan pada Selasa (4/5).

Dia menyerukan agar Modi mundur.

Sponsored

"Ini adalah krisis yang Anda buat. Anda tidak dapat menyelesaikannya. Anda hanya dapat memperburuk keadaan .... Jadi silakan pergi. Itu adalah hal yang paling bertanggung jawab yang harus Anda lakukan," tuturnya.

Dua kereta "oksigen ekspres" mencapai Ibu Kota New Delhi pada Rabu, membawa oksigen cair yang sangat dibutuhkan. Lebih dari 25 kereta sejauh ini telah mengirimkan oksigen ke berbagai bagian di India.

Pemerintah India mengatakan, ada cukup pasokan oksigen, tetapi distribusi terhalang oleh masalah transportasi.

Lonjakan infeksi di India seiring dengan penurunan drastis dalam vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman.

Setidaknya tiga negara bagian, termasuk Maharashtra, telah melaporkan kelangkaan vaksin dan menutup beberapa pusat vaksinasi.

Oposisi India telah menyerukan lockdown skala nasional, tetapi pemerintah enggan untuk memberlakukan penutupan karena takut akan dampak ekonomi.

Pakar medis mengatakan jumlah sebenarnya dari kematian dan terinfeksi di India bisa lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya