logo alinea.id logo alinea.id

India akan membuka 18 kedubes baru di Afrika

Dalam lawatannya ke Afrika, PM India Narendra Modi mengunjungi tiga negara, yakni Rwanda, Uganda, dan Afrika Selatan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 26 Jul 2018 11:24 WIB
India akan membuka 18 kedubes baru di Afrika

India akan membuka 18 kedutaan besar baru di seluruh Afrika, ungkap Perdana Menteri Narendra Modi di hadapan parlemen Uganda pada Rabu (25/7).

Dalam pidato pertama seorang pemimpin India berkuasa di hadapan parlemen Uganda, Modi juga mengumumkan pinjaman senilai US$ 200 juta bagi proyek infrastruktur dan lingkungan. Modi pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Yoweri Museveni karena sudah menyambut kembali warga keturunan India asal Uganda yang diusir saat pemerintahan Idi Amin pada 1972.

"Kepemimpinan visioner Anda telah memungkinkan warga keturunan India asal Uganda kembali ke rumah yang mereka sayangi, memulihkan kembali hidup mereka, dan membantu membangun kembali bangsa yang sangat mereka cintai," kata Modi.

Modi tidak merinci di mana saja kedutaan besar India akan dibangun. Dengan jumlah bakal kedutaan besar baru yang disebutkan Modi, maka India akan memiliki total 47 misi diplomatik penuh di Afrika. Sementara, China mempunyai 50 kedutaan besar.

Sebelum menginjakkan kaki di Uganda, Modi lebih dulu melawat ke Rwanda, di mana secara simbolis dia menyumbangkan 200 ekor sapi kepada keluarga miskin. Dan pada hari Rabu, Modi bertolak ke Johannesburg, Afrika Selatan, untuk menghadiri KTT BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Lawatan PM India itu ke tiga negara di Afrika dilihat sebagai sinyal bahwa New Delhi menginginkan pengaruh yang lebih besar di Benua Hitam, yang secara agresif juga tengah dikejar oleh saingan regionalnya, China.

"Afrika akan berada di puncak prioritas kami," ungkap PM India itu di hadapan parlemen Uganda.

"India bangga menjadi mitra Afrika," kata Modi. "Kemitraan pembangunan kita akan dipandu oleh prioritas Anda. Ini akan berada pada istilah yang akan nyaman bagi Anda, yang akan membebaskan potensi Anda dan tidak membatasi masa depan Anda."

Sponsored

Pemerintah Uganda sangat bergantung pada bantuan asing, terutama pinjaman dari bank-bank China, untuk melaksanakan proyek infrastruktur yang semakin ambisius.

Dalam pidatonya, Modi menyinggung cita-cita tokoh kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, dengan mengatakan, "Kebebasan India tidak akan lengkap selama Afrika masih dalam perbudakan."

Pemerintah India berencana pula untuk membangun pusat warisan Gandhi di dekat Sungai Nil di Uganda timur di mana abu Gandhi dihanyutkan.

Uganda memiliki komunitas India yang substansial, termasuk sekelompok industrialis yang telah berkembang sejak mereka kembali untuk mengklaim aset yang telah disita selama pemerintahan diktator Idi Amin.

 

Sumber: VOA dan Associated Press