sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

India hukum gantung 4 pelaku pemerkosaan

Kejahatan yang terjadi pada 16 Desember 2012 itu memicu protes besar-besaran dan kemarahan baik di dalam maupun luar negeri.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Mar 2020 18:02 WIB
India hukum gantung 4 pelaku pemerkosaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

India pada Jumat (20/3) menghukum gantung empat pria pelaku pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita di sebuah bus di New Delhi pada 2012. Mereka dieksekusi saat subuh di Kompleks Penjara Tihar, di pinggiran ibu kota.

Ratusan polisi berjaga-jaga di luar kompleks penjara, mereka mengamankan kerumunan yang menunggu untuk merayakan eksekusi tersebut. Beberapa orang dilaporkan memegang spanduk bertuliskan, "Justice for women" dan "Hang the culprits".

Kejahatan yang terjadi pada 16 Desember 2012 itu memicu protes besar-besaran dan kemarahan baik di dalam maupun luar negeri. Media lokal menjuluki korban sebagai Nirbhaya yang artinya "dia yang tidak kenal rasa takut". Di bawah hukum India, nama korban tidak dapat diungkap.

"Hari ini, keadilan akhirnya terwujud setelah tujuh tahun," kata ibu korban yang menunggu di luar penjara. "Saya berterima kasih kepada pengadilan India dan bersyukur kepada Tuhan yang mendengar doa saya ... Jiwa putri saya sekarang dapat beristirahat dengan tenang."

Enam orang ditangkap karena kejadian pada 2012 tersebut. Salah satu tersangka, Ram Singh, ditemukan tewas di sel penjara pada Maret 2013. Dia diyakini mengambil nyawanya sendiri.

Seorang tersangka lainnya, yang saat itu berusia 17 tahun, dibebaskan pada 2015. Dia dipenjara selama tiga tahun, masa tahanan maksimal bagi remaja di India.

Empat pria yang digantung pada Jumat adalah instruktur olahraga Vinay Sharma, pembersih bus Akshay Thakur, penjual buah Pawan Gupta, dan Mukesh Singh. Mereka dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan India pada 2013.

Korban, yang merupakan seorang mahasiswa fisioterapi berusia 23 tahun, diperkosa di dalam bus yang bergerak dan kemudian dilempar ke jalanan. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura, dua pekan setelah kemalangan itu menimpanya.

Sponsored

Akibat kejadian tersebut, India memperbarui UU antikekerasan seksual mereka. Meski begitu, data pemerintah yang dirilis bulan lalu menyatakan bahwa secara rata-rata, wanita di India melaporkan tindak pemerkosaan setiap 15 menit sekali. Temuan tersebut dinilai menggarisbawahi reputasi negara itu sebagai salah satu tempat terburuk di dunia bagi perempuan.

Menurut laporan Kementerian Dalam Negeri India, perempuan melaporkan hampir 34.000 kasus pemerkosaan pada 2018. Para aktivis mengklaim bahwa jumlah itu jauh lebih kecil dari kenyataan di lapangan karena masyarakat India masih menganggap melaporkan kekerasan seksual sebagai hal yang tabu dan memalukan. (France 24)

Berita Lainnya