Dunia / India

India tolak klaim negara paling berbahaya bagi wanita

India bertengger di posisi negara paling berbahaya sedunia berdasarkan hasil jajak pendapat Thomson Reuters Foundation (TRF).

India tolak klaim negara paling berbahaya bagi wanita Ilustrasi / Pexels

India belum lama ini dinobatkan sebagai negara paling tidak aman bagi kaum perempuan. Merespons hal itu, Kementerian Pariwisata India segera mengambil langkah untuk meyakinkan para pelancong.

India bertengger di posisi negara paling berbahaya sedunia berdasarkan hasil jajak pendapat Thomson Reuters Foundation (TRF) pada Juni lalu. Dalam hal ini, Negeri Hindustan mengalahkan Afghanistan, Suriah, Somalia, dan Arab Saudi. Demikian seperti dikutip dari Asian Correspondent, Jumat (13/7).

Menteri Pariwisata India Rashmi Verma dalam sebuah surat yang dikirimkan ke kepala perwakilan luar negeri, perdagangan, dan asosiasi perhotelan, serta kantor pariwisata di luar negeri menyatakan bahwa jajak pendapat yang didasarkan pada "persepsi."

Verma juga menambahkan bahwa India telah menerapkan berbagai inisiatif keselamatan sejak pemerkosaan massal seorang mahasiswa fisioterapi, Jyoti Singh Pandey di New Delhi pada tahun 2012.

Tragedi tersebut memicu kemarahan di seluruh dunia. Berbagai pihak mempertanyakan protokol India untuk menangani dan mencegah kejadi seperti itu terulang. 

Dalam suratnya, Verma pun mengatakan, bahwa upaya pemerintah telah terbukti berhasil karena jumlah turis perempuan yang datang ke India tetap sama.

Lebih lanjut Verma menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah lain demi memastikan keselamatan wanita di seluruh negeri. Termasuk di antaranya pemberlakuan UU antipemerkosaan, sistem kelembagaan seperti pusat krisis dan layanan telepon, dukungan 24 jam, konseling serta bantuan hukum.

Nomor telepon bebas pulsa dengan multibahasa juga telat disiapkan bagi orang asing dan polisi pariwisata telah dikerahkan untuk menjaga para wisatawan asing.

"Upaya ini menunjukkan hasil dan kehidupan wanita jauh meningkat dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya," tulis Verma.

"Fakta dengan jelas menunjukkan bahwa sebutan bagi India sebagai negara paling berbahaya bagi wanita bukanlah refleksi dari kenyataan," imbuhnya.

Secara keseluruhan, Kementerian Pariwisata India menolak jajak pendpat TRF karena "jelas tidak akurat."

Reuters, bagaimanapun, menunjukkan data pemerintah yang mencantumkan bahwa kasus kejahatan terhadap perempuan yang dilaporkan meningkat sebesar 83% antara 2007 dan 2016. Ini setara dengan perkosaan yang dilaporkan setiap jam. 

Direktur Pusat Riset Sosial Ranjana Jumari yang berbasis di New Delhi menilai, cara termudah untuk mengubah persepsi tentang keselamatan kaum hawa di India adalah memasukkan lebih banyak wanita dalam pembuatan produk hukum.


Berita Terkait