sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indomie ayam barbeku jadi ramen terenak versi LA Times

Peringkat ramen didasarkan pada dua penilaian, yakni rasa dan Truth in Advertising (TIA).

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 11 Nov 2019 09:44 WIB
Indomie ayam barbeku jadi ramen terenak versi LA Times

Kolumnis kuliner Los Angeles Times, Lucas Kwan Peterson, menobatkan Indomie rasa ayam barbeku sebagai ramen instan terenak dari daftar 31 ramen dalam artikel berjudul "The Official Instant Ramen Power Rankings" yang terbit pada 5 November.

Peterson mengatakan, menempatkan Indomie rasa ayam barbeku sebagai juara dapat dinilai curang karena produk asal Indonesia tersebut lebih tepat disebut sebagai mi instan ketimbang ramen. Namun, dia tidak peduli sebab menurutnya Indomie rasa ayam barbeku sangat enak.

Dia menjelaskan bahwa dalam sebungkus Indomie ayam barbeku ada sejumlah bumbu-bumbu seperti minyak bawang, saos, kecap manis dan bawang goreng.

"Mereka berbaur menjadi rasa yang benar-benar seperti seperti surgawi. Rasa ayam berasap menyeimbangkan apa yang bisa dianggap sebagai salah satu kelemahan dari mi Indomie, yakni bahwa rasanya sedikit terlalu manis," kata dia. "Saya bisa dan ingin memakannya setiap hari."

Dia menyarankan bagi para pembaca untuk menonton lagu persembahan dari rapper J2O untuk penjelasan lebih lanjut terkait keunggulan Indomie.

Peterson mengatakan bahwa dia menentukan peringkat ramen berdasarkan dua penilaian, yakni rasa dan Truth in Advertising (TIA). TIA berarti kesesuaian tampilan asli dengan iklannya.

"Apakah rasanya seperti yang dikatakan? Apakah ramen udang rasanya seperti udang dan apakah ramen ayam rasanya seperti ayam?," tutur dia.

Sponsored

Di posisi kedua dan seterusnya dalam daftar LA Times adalah MyKuali (Penang White Curry), Nongshim Shin (Black), Sapporo Ichiban (Tokyo Chicken Momosan), Ibumie Mi Goreng (Curry Kapitan), Myojo Chukazanmai (Soy Sauce), dan MyKuali (Penang Spicy Prawn).

Tidak hanya menduduki peringkat pertama, Indomie dengan varian rasa mi goreng berhasil menempati peringkat kesepuluh dalam daftar LA Times. Peterson menuturkan kisah bagaimana Indomie menjadi merek ternama di Nigeria.

Indomie, jelasnya, diperkenalkan ke Afrika Barat pada 1980-an dan menjadi sangat populer sehingga dapat membuka pabrik di sana pada 1995.

"Walaupun ada lebih dari selusin merek mi instan di Nigeria, Indomie mendominasi 74% pasar, memproduksi delapan juta paket per harinya," ujar Peterson.

Peterson menyatakan meski Indomie varian mi goreng memiliki keseimbangan rempah, keasinan dan tekstur yang baik, menurutnya secara keseluruhan rasanya terlalu manis. (LA Times)