sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia bahas progres vaksin Covid-19 dengan Inggris

Pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan kekhawatiran pemerintah atas rencana Inggris menerapkan due diligence.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 15 Okt 2020 12:17 WIB
Indonesia bahas progres vaksin Covid-19 dengan Inggris
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, di London pada Rabu (14/10).

Dalam pengarahan media secara virtual, Retno menjelaskan, ini merupakan pertemuan tatap muka kedua para menlu setelah bertemu secara daring dengan Menlu ASEAN, September lalu.

"Inggris dan Indonesia sepakat memperkuat kerja sama pengelolaan Covid-19 (coronavirus baru)," ujarnya.

Untuk Asia Tenggara, Inggris telah menyampaikan komitmen Rp19 miliar untuk ASEAN Covid-19 Response Fund.

Selain itu, kedua negara juga berkomitmen mendukung kerja sama platform multilateral, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dalam kerangkan Covax Facilities, terutama terkait akses setara terhadap vaksin Covid-19 yang aman dan terjangkau.

"Dalam kaitan ini, saya menyampaikan informasi kepada Menlu Inggris mengenai berbagai pertemuan yang dilakukan Indonesia selama berada di London, antara lain dengan AstraZeneca, Imperial College London, dan juga dengan CEPI yang membahas antara lain mengenai kerja sama vaksin," lanjut Retno.

Selain membahas perkembangan vaksin Covid-19, kedua menlu juga mengungkit persoalan perdagangan bilateral.

Kata Retno, Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak 2012 dan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia dari Eropa.

Sponsored

"Inggris merupakan mitra investasi kedua terbesar dari Eropa. Dalam pertemuan bilateral, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama, baik secara bilateral maupun dalam konteks multilateral," ujarnya. "Semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia, terutama di masa pandemi ini."

Secara bilateral, Indonesia dan Inggris telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kemitraan riset dan inovasi pada Agustus dan MoU tentang rencana aksi antimicrobial resistance pada Juni.

"Sementara itu teman-teman, untuk kerja sama perdagangan, saya menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu, dan produk kayu," jelas Retno.

Dirinya menilai, kebijakan ini berpotensi menjadi hambatan nontarif bagi ekspor Indonesia ke Inggris.

"Saya sarankan agar kita duduk dan membahas kemungkinan pembuatan mutual recognition dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability," sambungnya.

Berita Lainnya