logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia beri US$1 juta bagi pengungsi Palestina di Yordania

Bantuan senilai US$1 juta dari Indonesia diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi Palestina.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 06 Mar 2019 10:23 WIB
Indonesia beri US$1 juta bagi pengungsi Palestina di Yordania

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama dengan Komisioner Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Kranhenbuhl menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina di Kamp Pengungsian Jerash, Yordania, pada Selasa (5/3).

Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Alinea.id pada Selasa, kontribusi kemanusiaan senilai US$1 juta dari pemerintah Indonesia diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi.

Menlu Retno menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia tersebut menunjukkan kebersamaan dan komitmen RI untuk terus membantu rakyat Palestina.

Isu Palestina, tegasnya, ada di jantung politik luar negeri Indonesia, menjadi perhatian dan keprihatinan masyarakat Indonesia.

Menlu Retno pun menyampaikan apresiasi atas partisipasi UNRWA dalam kegiatan "Solidarity Week for Palestine" yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia di Bandung dan Jakarta. Acara yang digelar pada Oktober 2018 itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Malki.

Selama pekan solidaritas tersebut, UNRWA mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia terkait dengan penggalangan dana kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.
 
Pada awal 2018, UNRWA menyampaikan mereka mengalami krisis pendanaan lebih dari US$446 juta. Kemudian pada 2019, kekurangan pendanaan UNWRA untuk kegiatan programnya mencapai sekitar US$211 juta.

Kemlu RI menuturkan akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina baik dalam bentuk bantuan keuangan maupun program peningkatan kapasitas.

Pelatihan bisnis untuk pengungsi perempuan Palestina di Yordania

Sponsored

Memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret, Menlu Rento Marsudi ingin mendedikasikan hari tersebut bagi para perempuan Palestina atas peran mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan.

Dia menegaskan kembali arti penting isu Palestina bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama dalam rangka pemberdayaan perempuan. Menlu Retno menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa.

"Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, isu Palestina dan pemberdayaan perempuan sangat dekat di hati saya," ucap Menlu Retno saat membuka program peningkatan kapasitas bagi pengungsi Palestina bertajuk "International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugee Camps: Women Empowerment to Achieve Sustainable Development Goals" di Amman, Yordania, pada Selasa.

Retno juga menyampaikan bahwa upaya untuk membangun Palestina tidak akan mudah. Dibutuhkan kondisi yang kondusif, serta dukungan internasional baik dalam bidang ekonomi, pembangunan, maupun pengembangan kapastias.

Oleh sebab itu, dukungan Indonesia melalui penyelenggaraan program pelatihan ini diharapkan dapat semakin memperkuat upaya untuk mempersiapkan Palestina dalam meraih kemerdekaannya.
 
"Indonesia sejak lama telah memberikan dukungan bantuan kapasitas bagi Palestina, antara lain dalam bidang pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, good governance, pendanaan mikro, maupun pelestarian lingkungan hidup yang akan membentuk fondasi penting bagi pengembangan Palestina," tegas mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu.
 
Terkait dengan pemberdayaan perempuan, Menlu RI secara khusus menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan Palestina tidak hanya akan menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat infrastruktur sosial ekonomi Palestina. 

Melalui pelatihan dan pemberdayaan, diharapkan masyarakat Palestina, dengan bantuan dunia, dapat menciptakan kesempatan agar terlahir harapan kehidupan yang lebih baik di luar batas kamp pengungsi. 

Program-program peningkatan kapasitas dapat berperan dalam membangun pemerintahan yang kokoh dan bermartabat.

Mengangkat peran berbagai pihak dalam terus mendukung perjuangan masyarakat Palestina ini, Menlu RI mengapresiasi peran komunitas internasional, khususnya UNRWA dan sejumlah organisasi lainnya, yang terus bekerja keras bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Palestina, terutama yang berada di kamp pengungsi. 

Menlu Retno juga menyinggung posisi Indonesia yang mendorong negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk tegas dan berani dalam memberikan dukungan bagi Palestina. 

"Di pertemuan OKI minggu lalu, saya tegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi OKI kecuali memberikan dukungan tegas dan konkret bagi kemerdekaan Palestina," kata Menlu Retno.

Pada kesempatan ini, Menlu RI menyaksikan penandatanganan letter of intent antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Palestina mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Gaza terkait desalinasi air, obat-obatan, serta sejumlah alat kesehatan.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekjen Kemlu RI Mayerfas dan Asisten Menlu Palestina untuk wilayah Asia, Afrika, dan Australia Mazen Shamiyah.

Pelatihan bisnis untuk perempuan di kamp pengungsi akan dilaksanakan di Amman pada 5-8 Maret 2019 dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai lembaga penanganan pengungsi di Palestina dan Yordania.

Lembaga penanganan pengungsi yang turut serta dalam acara tersebut termasuk UNRWA Palestina, UNRWA Yordania, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), East Jerusalem Young Men Christian Association (YMCA), Women’s Centre Al Thouri Silwan, dan WAFAA Group-Palestine.

Pelatihan tersebut akan menghadirkan tenaga ahli dari Global Entrepreneurship Network (GEN) Indonesia yang memiliki kemitraan dengan Queen Rania Foundation di Yordania.