sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wamenlu: Indonesia mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global

Indonesia memiliki tiga elemen yang membuat potensi ekonominya patut dilirik di panggung dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 25 Nov 2019 16:08 WIB
Wamenlu: Indonesia mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menyebut bahwa saat ini perekonomian dunia diwarnai gejolak akibat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional mencapai titik yang rendah. Hal itu dia sampaikan dalam ajang "Kemlu for Startup" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Senin (25/11).

Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia berada pada titik terendah sejak krisis keuangan global 10 tahun lalu. Sementara itu, perdagangan internasional menyentuh titik terendah sejak 20 tahun lalu.

Wamenlu Mahendra menilai bahwa di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pasar besar seperti Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan.

"Tidak sama seperti di China, Indonesia tidak bisa menutup diri dan menerapkan proteksionisme karena itu hanya akan menimbulkan inefisiensi," ujar dia.

Wamenlu Mahendra mengatakan, yang dapat Indonesia lakukan untuk menghadapi gejolak perekonomian global adalah dengan mendorong ekosistem dan daya saing dalam negeri yang sanggup berkompetisi pada level internasional.

Menurut dia, Indonesia memiliki tiga elemen yang membuat potensi ekonominya patut dilirik di panggung dunia. Elemen pertama merupakan faktor demografi Indonesia dengan banyaknya penduduk usia muda yang dinamis, kreatif dan penuh kesanggupan untuk berkembang lebih jauh.

"Kedua, Indonesia adalah negara demokrasi dalam artian masyarakatnya terbiasa untuk berpikir kritis, terbuka dan berdialog. Hal ini beda dengan negara-negara yang berangkat dari sistem politik lebih otoriter," jelas Mahendra.

Elemen ketiga, lanjutnya, merupakan masih besarnya potensi yang dapat diolah dari kelompok masyarakat yang belum memiliki akses untuk memahami pasar, pemodalan dan kerja sama internasional.

Sponsored

"Masyarakat muda tentu memiliki peluang untuk memperluas pasar dengan membantu mereka yang belum memiliki akses," kata dia.

Dari ketiga elemen tersebut, lanjutnya, masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk memikirkan bagaimana caranya membangun ekosistem ekonomi yang positif bagi pemilik modal, startup, regulator dan masyarakat sipil.

"Percayalah, meski kondisi ekonomi dunia sedang bergejolak, negara sebesar Indonesia yang memiliki banyak potensi untuk dieksplor, akan tidak hanya bertahan tetapi juga dapat tumbuh dengan baik," ungkap Mahendra.

Berita Lainnya