logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia kecam penghargaan Dewan Kota Oxford untuk Benny Wenda

Indonesia menyatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada orang yang salah.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 18 Jul 2019 10:41 WIB
Indonesia kecam penghargaan Dewan Kota Oxford untuk Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras keputusan Dewan Kota Oxford yang dilaporkan memberikan penghargaan "Oxford Freedom of the City Award" kepada Benny Wenda.

Dalam keterangan tertulis di situs KBRI London yang dipublikasikan pada Rabu (17/7), Indonesia menyatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada orang yang salah.

"KBRI London mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut kepada Benny Wenda yang disebut sebagai 'peaceful campaigner for democracy' di tengah banyaknya bukti yang mengaitkan yang bersangkutan dengan berbagai kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua," demikian bunyi pernyataan itu.

Lebih lanjut, KBRI London menilai pemberian penghargaan itu justru akan memberikan legitimasi kepada Benny Wenda dan kelompoknya untuk terus meningkatkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil dan aparat pemerintah di Papua.

Indonesia mencatat posisi tegas Inggris yang secara konsisten mendukung penuh kedaulatan dan integritas Indonesia. Oleh karenanya, Indonesia menganggap pemberian penghargaan kepada Benny Wenda tidak mewakili negara dan tidak berdampak pada hubungan kedua negara.

"Indonesia menghargai sikap Inggris yang tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah kami dan pengakuan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia," jelas pernyataan KBRI London.

Menurut Indonesia, pemberian penghargaan kepada Benny Wenda menunjukkan Dewan Kota Oxford gagal memahami rekam jejak yang bersangkutan dan kondisi aktual perkembangan di Papua dan Papua Barat.

"Dengan tindakan itu, Dewan Kota Oxford melukai perasaan rakyat Indonesia ... Pemberian penghargaan kepada Benny Wenda telah mengurangi kredibilitas Oxford sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di dunia," lanjut keterangan KBRI London.

Sponsored

Pernyataan resmi lainnya oleh Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan, pemerintah sangat mengkritik keputusan Dewan Kota Oxford untuk memberikan penghargaan kepada Benny Wenda.

Kemlu RI menyebut Benny Wenda sebagai aktivis separatis Papua yang memiliki sejumlah catatan kriminal, serta pelaku dan pendukung penggunaan kekerasan dalam mencapai tujuan politiknya di Papua Barat.

Dalam pernyataan resmi di situs oxford.gov.uk, Benny Wenda mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan dari Dewan Kota Oxford.

"Saya berterima kasih kepada Dewan Kota Oxford dan masyarakat Oxford atas kemurahan hati dan dukungan mereka dalam menyampaikan penghargaan ini," jelas Benny Wenda dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Jumat (12/7).

Menurut Benny Wenda, ketika dia melarikan diri dari penjara di Papua Barat pada 2002, Oxford menjadi tempat pertama yang menyambutnya.

"Saya diberi suaka di Inggris dan menjadikan Oxford rumah saya. Oxford adalah salah satu yang pertama kali mendengar seruan rakyat Papua atas keadilan, hak asasi manusia dan keinginan menentukan nasib kami sendiri," ungkapnya. "Penghargaan ini menunjukkan bahwa Oxford mendengarkan dan merespons kami."

Menurut keterangan Dewan Kota Oxford, "Oxford Freedom of the City Award" merupakan penghargaan tertinggi di kota itu dan salah satu tradisi tertua yang masih dijalankan hingga sekarang.