sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia kecam pernyataan Macron soal Islam

Macron menjadi sorotan dunia setelah secara terbuka membela kartun Muhammad saw, yang dianggap sebagai penghujatan dalam Islam.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 30 Okt 2020 13:16 WIB
Indonesia kecam pernyataan Macron soal Islam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai telah menghina Islam.

"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam," tutur pernyataan tersebut, Jumat (30/10).

Menurut Indonesia, pernyataan Macron melukai perasaan lebih dari dua miliar muslim di seluruh dunia. "Pernyataan itu telah memecah persatuan antarumat beragama di dunia," demikian bunyi pernyataan Kemlu.

Kemlu menegaskan, hak kebebasan berekspresi seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan serta kesucian nilai dan simbol agama.

"Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dan berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mengajak seluruh negara untuk mendorong persatuan dan toleransi antarumat beragama, terutama di tengah situasi pandemik saat ini," tulis Kemlu RI.

Macron menjadi sorotan dunia setelah secara terbuka membela kartun Muhammad saw, yang dianggap sebagai penghujatan dalam Islam.

Melansir CNN, dia membuat pernyataan itu pekan lalu sebagai penghormatan kepada guru sekolah menengah, Samuel Paty, yang kepalanya dipenggal dalam serangan teror di pinggiran utara Paris, awal Oktober 2020. Paty dibunuh setelah menunjukkan kartun nabi di kelas tentang kebebasan berekspresi.

Presiden Macron menegaskan, Prancis tidak akan menghapus karikatur dan berjanji mengatasi Islamisme ekstrem di negaranya. Pernyataannya itu memicu demonstrasi dan boikot di negara-negara mayoritas muslim.

Sponsored

Pembunuhan Paty menghidupkan kembali ketegangan seputar sekularisme dan Islamofobia di Prancis, tetapi kemarahan publik di negara-negara Islam atas penanganan serangan oleh Macron mengancam akan menjadikannya masalah diplomatik dan ekonomi.

Karikatur Muhammad saw yang digunakan Paty di kelasnya awalnya muncul di Charlie Hebdo dan menjadi alasan di balik serangan teror terhadap kantor majalah tersebut pada 2015 dan menewaskan 12 orang. Macron dengan keras membela hak menampilkan kartun semacam itu di Prancis pada acara peringatan Paty.

Berita Lainnya