sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia mesti jaga stabilitas di Laut China Selatan

Jika tidak dijaga dengan baik, ke depannya Laut China Selatan dapat menjadi kawasan persaingan negara-negara besar seperti China dan AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 19 Sep 2019 19:33 WIB
Indonesia mesti jaga stabilitas di Laut China Selatan

Indonesia dinilai perlu lebih tegas mendorong keamanan dan kestabilan di Laut China Selatan. Hal itu disampaikan oleh mantan Gubernur Papua yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi.

"Mungkin Indonesia tidak perlu selalu menjadi 'good boy', harus coba lihat dari sudut pandang lain dan lebih tegas menekankan pentingnya stabilitas di Laut China Selatan," jelas Freddy usai diskusi "Tantangan Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Era Presiden Jokowi Jilid II" di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (19/9).

Freddy menilai bahwa jika tidak dijaga dengan baik, ke depannya Laut China Selatan dapat menjadi kawasan bersaingnya negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat.

"Dalam konteks bilateral dengan kita, China memang pernah berkomitmen akan menjaga perdamaian di Laut China Selatan. Tetapi di sisi lain, kalau dilihat dari perkembangan postur kekuatan Tiongkok yang begitu signifikan, negara-negara di kawasan patut curiga," kata dia.

Jika Indonesia tidak memiliki posisi tegas dan mendorong negara-negara lain untuk bersama-sama menjaga kestabilan Laut China Selatan, Freddy menilai bahwa 10-20 tahun ke depan, kemungkinan besar China akan menguasai kawasan itu.

"Indonesia harus berani secara konsisten bersuara dan mendesak agar seluruh pihak menahan diri dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan ketegangan," ujar Freddy.

Dia juga meminta pemerintah Indonesia untuk mewaspadai langkah China yang berupaya mendekati negara-negara Pasifik menggunakan diplomasi ekonomi.

Dari sudut pandang politik, lanjutnya, suatu saat negara-negara itu dapat bersatu suara untuk mendukung dominasi China di Laut China Selatan.

Sponsored

"Tiongkok selama ini telah menjadi semacam sinterklas bagi sejumlah negara-negara Pasifik, pastinya Beijing mengharapkan bantuan mereka ketika diperlukan," kata dia.