sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia minta ARF dorong kerja sama atasi tantangan di kawasan

Asia Tenggara menghadapi tantangan keamanan dan perdamaian seperti sengketa perbatasan, tensi di Laut China Selatan (LCS).

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 12 Sep 2020 19:27 WIB
Indonesia minta ARF dorong kerja sama atasi tantangan di kawasan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, Indonesia mendorong peningkatan kerja sama antara negara yang tergabung ASEAN Regional Forum (ARF), demi menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

"Tahun ini, kawasan kita menghadapi tantangan yang tidak ringan," jelas Menlu Retno dalam pengarahan media secara virtual, Sabtu (12/9).

Di saat Asia Tenggara menghadapi tantangan keamanan dan perdamaian seperti sengketa perbatasan, tensi di Laut China Selatan (LCS), dan ancaman terorisme, muncul pula peningkatan rivalitas antara negara-negara besar.

"Dalam situasi ini, Indonesia menyampaikan pentingnya bagi ARF untuk tetap relevan dan memperkokoh kerja sama antara negara untuk menghadapi tantangan yang semakin rumit," ujar Retno.

Selain itu, Menlu Retno juga menekankan pentingnya ARF mempromosikan budaya untuk menyelesaikan konflik secara damai.

"Saya sampaikan bahwa selama lebih dari lima dekade, nilai dan norma itu telah menavigasi kawasan Asia Tenggara dalam berbagai tantangan berat dan menjadi panduan kerja sama dengan mitra di kawasan," sambung dia.

Secara khusus, Menlu Retno menyampaikan, Indonesia ingin melihat kawasan LCS yang damai dan stabil, di mana prinsip-prinsip yang diakui secara internasional ditegakkan, termasuk UNCLOS 1982.

Retno kemudian merujuk kepada hasil komunike bersama ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-53 yang hasilnya menegaskan UNCLOS 1982 sebagai kerangka hukum internasional bagi semua aktivitas di perairan dan laut.

Sponsored

"Indonesia juga menyampaikan bahwa UNCLOS 1982 adalah satu-satunya basis untuk penentuan maritime entitlements, kedaulatan dan hak berdaulat, yuridiksi, serta legitimate interest di perairan dan di laut," lanjut dia.

Lebih lanjut, Menlu Retno menekankan pentingnya memperkuat kerja sama demi mengatasi tantangan keamanan dan lintas batas.

"Saya mengangkat secara khusus ancaman terorisme dan people smuggling di masa pandemi ini," tuturnya.

Beberapa dokumen utama yang dihasilkan dalam pertemuan ARF antara lain Chairman Statement of the 27th ARF, ARF Hanoi Plan of Action untuk 2020-2022, ARF Statement on Enhancing Cooperation to Prevent and Respond to Infectious Disease Outbreak, The ARF Statement on Cooperation in the Field of Security and in the Use of ICT in the Context of International Security, serta ARF Statement on the Treatment of Children Recruited By or Associated with Terrorist Group yang digagas oleh Indonesia dan didukung oleh Filipina, Australia, Uni Eropa, dan Selandia Baru.
 

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB