sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia-Norwegia kembali perkuat kerja sama di bidang HAM

Penguatan kerja sama bidang HAM Indonesia-Norwegia dilakukan melalui kerangka dialog tahunan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 06 Nov 2019 09:20 WIB
Indonesia-Norwegia kembali perkuat kerja sama di bidang HAM

Indonesia dan Norwegia berkomitmen penuh dalam melanjutkan kerja sama di bidang hak asasi manusia (HAM) antara kedua negara. Kedua negara melanjutkan Dialog HAM Bilateral RI-Norwegia ke-14 pada 4 November 2019.

"Pertemuan tahunan Dialog HAM RI-Norwegia telah memberikan kontribusi besar dalam penguatan hubungan antara kedua negara. Lebih jauh, Indonesia tetap berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam melakukan kerja sama multilateral di bidang HAM," tutur Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib sebagai ketua delegasi RI seperti dikutip dari situs kemlu.go.id.

Menambahkan pernyataan Achsanul, Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Islandia Todung Mulya Lubis mengatakan, "Hal ini merupakan bentuk nyata hubungan baik dan dan kerja sama kedua negara yang terus meningkat."

Pada pertemuan ke-14 ini, Dialog HAM RI-Norwegia fokus pada sejumlah agenda, yakni hak-hak anak, kebebasan beragama atau kepercayaan dan kebebasan berbicara, serta beberapa isu multilateral yang berkaitan dengan HAM. Selain itu, dialog juga membahas isu-isu HAM kontemporer lain yang menjadi fokus dari kedua negara.

Pemerintah Indonesia menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih Indonesia dalam pemajuan dan perlindungan HAM, seperti upaya pemerintah mencegah pernikahan usia anak serta dinaikkannya angka minimal usia pernikahan anak perempuan, dari 16 tahun menjadi 19 tahun melalui putusan Mahkamah Konstitusi pada 2019.

Dalam konteks multilateral, pemerintah Indonesia yang baru terpilih sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022, menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kesiapannya untuk menjadi bagian dari Dewan HAM PBB.

"Indonesia siap untuk bekerja sebagai bagian dari Dewan HAM dalam merealisasikan tujuan-tujuan bersama. Selain itu, Indonesia juga akan menjalankan perannya dalam memastikan tidak ada politisasi, double standard dan selektivitas yang dapat memengaruhi kinerja dari Dewan HAM," tegas Achsanul.

Selain dari Kementerian Luar Negeri, delegasi RI terdiri pula dari pejabat Kedutaan Besar RI di Oslo, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Agama.

Sponsored

Di samping dari pertemuan bilateral tersebut, delegasi pemerintah Indonesia juga menghadiri rangkaian kegiatan the 19th Informal Asia Europe Meeting (ASEM) Seminar on Human Rights: Human Rights Education and Training di Tromsø.

Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri merupakan salah seorang dari tujuh anggota steering committee ASEM, bersama-sama dengan wakil dari China dan Filipina sebagai perwakilan dari wilayah Asia. Steering committee memiliki peran dalam mendorong implementasi dan rekomendasi dari program kerja ASEM.