sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia tolak Asia Pasifik jadi arena persaingan negara besar

Indonesia menekankan bahwa stabilitas kawasan Asia Pasifik perlu diprioritaskan di tengah kepentingan nasional.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 07 Agst 2019 09:40 WIB
Indonesia tolak Asia Pasifik jadi arena persaingan negara besar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Sebagai salah satu negara Asia Pasifik, Indonesia menilai kawasan ini menjadi semakin dinamis dan strategis karena kerap mengundang perhatian negara besar seperti AS.

"Itu sebabnya Indonesia mencanangkan Outlook ASEAN tentang Indo-Pasifik. Indonesia tidak ingin ini menjadi kawasan persaingan negara-negara besar," tutur Plt. juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam pengarahan media di Kemlu RI, Jakarta, pada Selasa (6/8).

Pernyataan tersebut dilontarkan Faizasyah saat dimintai responsnya tentang kabar Amerika Serikat memperbarui perjanjian keamanan nasional dengan tiga negara di Kepulauan Pasifik demi melawan pengaruh China.

Faizasyah menilai sudah sewajarnya setiap negara memiliki kepentingan nasional masing-masing. AS sendiri, lanjutnya, memiliki kepentingan yang jauh melampaui batas wilayah negaranya.

Sponsored

"Di tengah kepentingan nasional yang dimiliki negara-negara tersebut, stabilitas kawasan perlu diprioritaskan agar negara-negara Asia Pasifik bisa makmur dan tidak perlu khawatir akan ancaman terjadinya konflik," tambahnya.

Kemlu RI pun menanggapi spekulasi terkait kabar bahwa AS akan menempatkan rudal jarak menengah di Australia. Segera setelah kabar tersebut beredar, Faizasyah menyatakan bahwa Indonesia meminta penjelasan dari Australia.

"Sebagai dua negara sahabat yang memiliki hubungan kemitraan, Kemlu RI meminta penjelasan atas kabar tersebut kepada Kemlu Australia. Dan memang sudah jelas, Perdana Menteri Australia Scott Morrison sendiri pada Senin (5/8) membantah adanya penempatan rudal jarak menengah milik AS di Darwin," tutur Faizasyah.

Berita Lainnya