sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia tukeran jatah Presiden G20 dengan India

Perubahan rencana itu disepakati mengingat Indonesia juga akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Nov 2020 14:49 WIB
Indonesia tukeran jatah Presiden G20 dengan India
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyatakan Indonesia akan menjadi Presiden G20 pada 2022. Hal itu dilakukan setelah Indonesia bertukar masa kepresidenan dengan India, yang akan memimpin KTT ekonomi terbesar di dunia itu pada 2023.

Dilansir dari Malay Mail, Retno mengatakan, perubahan rencana itu disepakati mengingat Indonesia juga akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023.

"Semula kepresidenan Indonesia dijadwalkan pada 2023," katanya dalam konferensi pers virtual,  Minggu (22/11). "Namun, mengingat pada 2023 Indonesia juga akan menjabat sebagai Ketua ASEAN, maka Indonesia telah menukar chairmanship timing G20 dengan India."

Dipimpin tahun ini oleh Arab Saudi, KTT virtual G20 kali ini berfokus pada distribusi vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Tahun depan, Italia akan menjadi ketua G20.

Menurut keterangan tertulis Sekretariat Kabinet RI, pada Minggu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

KTT kali ini mengusung tema "Membangun Masa Depan yang Inklusif, berkelanjutan, dan Berketahanan".

Usai KTT, Menlu Retno mengungkapkan bahwa dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyatakan pandemik Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bagi semua negara untuk melakukan introspeksi, bukan hanya untuk pulih dari krisis kesehatan dan ekonomi tetapi juga bangkit dan tumbuh lebih kokoh.

Menurut Jokowi, pemulihan dan bangkit tersebut hanya bisa diwujudkan dengan visi, aksi, dan perubahan yang besar.

Sponsored

Presiden Jokowi menyampaikan, Indonesia juga ingin melakukan transformasi yang besar menuju ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan.

Dalam pertemuan KTT G20 hari kedua ini dibahas upaya penciptaan masa depan yang lebih baik, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan, kesenjangan, anti korupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi digital.

Selain itu dibahas juga mengenai pengendalian perubahan iklim dan kerja sama internasional mengenai lingkungan, terumbu karang, degradasi lahan, ketahanan pangan, dan air.

Berita Lainnya

Pemudik Curi Start Ancam Pertahanan Kesehatan

Selasa, 20 Apr 2021 15:42 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Urgensi masyarakat patuhi larangan mudik Lebaran

Minggu, 18 Apr 2021 18:32 WIB