sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inggris akan berikan vaksinasi untuk anak usia 12-15 tahun

CMO merekomendasikan agar anak-anak berusia 12-15 di Inggris, mendapatkan suntikan pertama vaksin Pfizer-BioNTech.

Elmo Julianto
Elmo Julianto Selasa, 14 Sep 2021 12:47 WIB
Inggris akan berikan vaksinasi untuk anak usia 12-15 tahun

Semua anak berusia 12 hingga 15 tahun di Inggris, akan ditawari vaksin Covid-19, setelah penasihat medis terkemuka mengatakan, pada Senin (13/9) bahwa anak-anak akan mendapat manfaat dari vaksinasi ini untuk keberlangsungan pendidikan mereka.

"Saya telah menerima rekomendasi dari Kepala Petugas Medis (Chief Medical Officers/CMO), untuk memperluas vaksinasi kepada mereka yang berusia 12 hingga 15 tahun, untuk melindungi kaum muda dari infeksi Covid-19, mengurangi penularan di sekolah dan menjaga murid di dalam kelas," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid.

Kemungkinan, peluncuran kebijakan itu di Inggris dimulai minggu depan. Sementara  Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menetapkan kebijakan kesehatan mereka sendiri, meskipun masing-masing administrasi yang dilimpahkan menerima saran yang sama dari CMO masing-masing.

CMO merekomendasikan agar anak-anak berusia 12-15 di Inggris, mendapatkan suntikan pertama vaksin Pfizer-BioNTech, setelah Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) awal bulan ini memutuskan untuk tidak membuat rekomendasi.

Amerika Serikat, Israel dan beberapa negara Eropa telah meluncurkan vaksinasi kepada anak-anak secara lebih luas, dan hal itu memberi tekanan pada pemerintah Inggris untuk mengikutinya.

Ada lebih dari 134.000 kematian akibat Covid-19 di Inggris, dan awal yang cepat untuk peluncuran vaksinasi telah melambat, dengan 81% dari mereka yang berusia di atas 16 tahun menerima dua dosis vaksin.

JCVI sebelumnya mengatakan, keputusan untuk memvaksinasi anak-anak "sangat seimbang" karena pemerintah meminta saran lebih lanjut mengenai masalah ini.

CMO dalam sebuah surat mengatakan bahwa memvaksinasi anak-anak dapat mengurangi penularan Covid-19.

Sponsored

"(Vaksinasi) akan mengurangi gangguan pada pendidikan," kata Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris, dalam jumpa pers.

"Kami tidak berpikir bahwa ini adalah obat mujarab, tetapi kami berpikir ini adalah alat tambahan yang penting dan berpotensi berguna untuk membantu mengurangi dampak kesehatan masyarakat yang datang melalui gangguan pendidikan," ucap dia lagi.

CMO mengatakan dosis kedua tidak akan ditawarkan kepada kelompok usia sampai setidaknya musim semi karena mereka akan menunggu lebih banyak data dari seluruh dunia.

Berita Lainnya